Sabtu, 07 September 2013

BAGUS SU-30MK ( SUKHOY FAMILY ATAU F-16 TUA YANG DI UPGARDE)

BAGUS SU-30MK ( SUKHOY FAMILY ATAU F-16 TUA YANG DI UPGARDE)


Dua SU-30MK atau Sukhoy Family buat indonesia telah datang dan hal itu merupakan pengiriman terakhir dari paket pembelian 1 Skuadron Pesawat Tempur Rusia, kalau boleh jujur harus nya kita minimal punya 2 Skuadron Sukhoy hal ini di dasarkan atas berubah nya perkembangan kekuatan militer di Asia Pasifik.

Yang jadi pertanyaan Kenapa Pemerintah atau KeMenhan atau TNI AU tidak menambah lagi "pesenan" Sukhoy Family,? banyak ahli dan pakar mengatakan hal ini berkat intervensi Amerika serikat dan sekutu nya di Asia Pasifik termasuk Australia yang "Khawatir" atas peningkatan Kemampuan Tempur TNI AU, boleh di bilang untuk saat ini Kemampuan Tempur AU Australia dibawah TNI AU Indonesia untuk pertempuran Pesawat Tempur,hal ini terbukti pada saat Latihan Tahunan Picth-Black  Yang di Hadiri oleh TNI AU dengan mengirim Sukhoy Family.dimana semua analis dan pakar militer mengacungkan jempol buat TNI AU dengan Sukhoy nya.

Lalu, "mungkin" hal ini juga di pelajari oleh "Paman SAM" maka di buatlah rencana pengkerdilan atau rencana mencegah semakin besar nya TNI AU, dengan cara, Menawarkan Hibah  F-16 bekas /tua blok -15 yang notabene sudah ketinggalan jaman.sejumlah 24 buah.hal ini tentu menarik buat di simak..karena uang yang seharus nya bisa membeli 3 unit Sukhoy baru atau 6 jenis F-16 Tipe Terbaru ,hilang sudah, diganti barang bekas yang sudah tua.( mudah mudahan ga ada yang jatoh).

Padahal pihak rusia sudah menawarkan tambahan untuk menyediakan Sukhoy Family buat TNI AU
termasuk kemungkinan jika TNI AU akan membeli SU-35 yang diatas kertas sudah di setujui oleh rusia, sayang seribu sayang, pejabat kita masih bodoh dalam mengingat sejarah EMBARGO militer yang dilakukan oleh Amerika terhadap armada F-16 dan Hercules TNI AU sehingga menjadi macan ompong yang tidak bisa terbang atau pun dapat  terbang namun tidak bersenjata.

Apakah hal itu akan terulang di kemudian hari? tentu saja,,karena bagi Amerika, tidak ada musuh abadi dan tidak ada kawan abadi, musuh ku adalah kawan ku dan kawan ku adalah musuh ku.lihat nasib Libya yang dihajar abis abisan oleh sekutu/NATO padahal secara ekonomi , Libya banyak memberikan bantuan utang buat negara-negara NATO ketika krisis eropa melanda.

Lalu apa untungnya beli F-16 Bekas? walau di Upgrade. hasil survei kecil kecilan ternyata tidak setuju akan pembelian barang bekas. sebagai perbandingan  2  pesawat F-16   belum tentu menang  lawan 1 Sukhoy SU-30MK Atau SU-27. hal ini dikarenakan oleh kemampuan radar pada Sukhoy lebih unggul dari pada F-16  sebagai gambaran awan kira kira begini, jarak jangkauan radar Sukhoy adaalah 30 km misal kan, sedangkan F-16 yang ada pada TNI AU hanya 15-20 km, lalu beda nya apa? pada saat perang sungguhan terjadi, tentu saja Sukhoy lebih dulu dapat menemukan dan menembakan Rudal nya kepada F-16 karena jangkauan nya jauh, sedangkan F-16 pasti akan binggung dari mana musuh datang, karena tiba tiba telah di lock radar Sukhoy. karena perang jaman sekarang buta pesawat tempur adalah jika "Siapa yang lebih dahulu mampu melacak dan menembakan Rudal ke pesawat musuh " maka dia adalah pemenang nya.

Pada Sisi lain untuk kecepatan dan gerak reflek Sukhoy jauh diatas F-16, ditambah dorongan tenaga mesin yang lebih besar dan kuat, membuat keunggulan Sukhoy lebih tinggi dari pada F-16, sebagai gambaran, Sukhoy Family dapat melakukan serangan darat, laut dan udara, hal ini disebabkan karena Sukhoy Family di rancang bisa menjadi pemgebom jarak jauh jika di ganti persenjataan dan amunisi nya, taktik Hit and Run bisa dilakukan untuk menembak pesawat atau kapal perang di laut.




F-16C block 25 serial number 84-1281 yang akan dihibahkan ke Indonesia. Photo diambil 9 April 2008 di Eielson AFB, saat misi Red Flag-Alaska  [Photo by Karl Drage]
contoh pesawat yang akan di hibahkan..F-16C block 25 serial number 84-1281 yang akan dihibahkan ke Indonesia.

contoh lain bahawa F-16 versi tua yang akan di hibahkan ke Indonesia, dengan posisi "parkir" di tanah,( apa iya jika masih bagus parkir nya di padang rumput)
F-16A block 15 dari 198th Fighting Squadron  terparkir di  AMARC October 1995  [AviaMagazine photo by Frits Jongerman]

ini lagi..tambahan.
F-16A block 15 dari Skuadron 425th yang sempat disewakan untuk training pilot Singapura di Luke Air Force Base, sebelum akhirnya pensiun dan disimpan di  AMARC 1 Februari 1996. [Photo by Phillip Kovaric]
F-16A block 15 dari Skuadron 425th yang sempat disewakan untuk training pilot Singapura di Luke Air Force Base, sebelum akhirnya pensiun dan disimpan di AMARC 1 Februari 1996


Penimbunan Pesawat di AMARC Arizona (photo by Dave Anderson)
 tempat "penimbunan" pesawat tua  amerika.termasuk didalam nya F-16

Penimbunan Pesawat di AMARC Arizona, (photo by Dave Anderson)

nah tuh buktinya..betul kan..
Pesawat F-16 di AMARC Arizona, Maret 2008 (photo by Ronnie Carpenter)
Pesawat F-16 di AMARC Arizona, Maret 2008( ini se tipe yang akna di hibahkan ke TNI AU)

F16C Block 25 s/n 84-1281 saat masih berada di Skuadron 62nd FS [Frank Ertl collection]
Ciri-ciri umum
  • Kru: 1
  • Panjang: 49 ft 5 in (15.06 m)
  • Rentang sayap: 32 ft 8 in (9.96 m)
  • Tinggi: 16 ft (4.88 m)
  • Luas sayap: 300 ft² (27.87 m²)
  • Airfoil: NACA 64A204 root and tip
  • Berat kosong: 18,900 lb (8,570 kg)
  • Berat isi: 26,500 lb (12,000 kg)
  • Berat maksimum saat lepas landas: 42,300 lb (19,200 kg)
  • Mesin: 1 × F110-GE-100 afterburning turbofan
Kinerja
  • Laju maksimum:
    • At sea level: Mach 1.2 (915 mph, 1,470 km/h)
    • At altitude: Mach 2+ (1,500 mph, 2,410 km/h) clean configuration
  • Radius tempur: 340 mi (295 nmi, 550 km) on a hi-lo-hi mission with four 1,000 lb (450 kg) bombs
  • Jangkauan feri: 2,280 NM (2,620 mi, 4,220 km) with drop tanks
  • Langit-langit batas: 50,000+ ft (15,240+ m)
  • Laju tanjak: 50,000 ft/min (254 m/s)
  • Beban sayap: 88.3 lb/ft² (431 kg/m²)
  • Dorongan/berat: 1.095
Persenjataan
Avionik

F-16C Block 25

Adapun block 25 adalah generasi pertama F-16C/D yang ditandai radar baru APG-68 menggantikan APG-66, serta beberapa jenis senjata. Pesawat ini diproduksi 209 unit untuk versi C (single seater) dan 35 versi D (double seater). Unit terakhir yang diproduksi adalah seri 85-1516 yang roll-out November 1986. Dari total 344 unit pesawat, 68 diantaranya masih aktif dan tersebar di skuadron ANG/AFRES sebagai pesawat latih.

Pesawat yang akan dihibahkan ke Indonesia, antara lain F-16C Block 25D serial number: 84281. Pesawat ini pertama kali diserahkan dari pabriknya ke USAF Tactical Fighter Squadron 33, bulan Januari 1986. Awal tahun 1991 pesawat ini ikut operasi Desert Storm di Irak.
Usai operasi Desert Strom, F-16C block 25 s/n 84-1281 ini, sebentar dipindahkan ke Skuadron 113 Tactical Fighter, September 1991. Tujuh bulan kemudian  April 1992, pesawat itu dialihkan ke Skuadron 112 Ohio Air National Guard.

Terakhir 5 Agustus 2009, pesawat F-16C block 25 s/n 84-1281 di-non-aktif-kan dan disimpan di USAF AMARC (Aerospace Maintenance and Regeneration Center), Tucson, Arizona.

Indonesia mengeluarkan 700 juta USD, untuk meningkatkan performa 24 F-16 Block 25, termasuk upgrade: Radar, Electronic Warfare, Fire Control (EEFC), Awareness Data Link, Enhance Position Location Reporting Systems (EPLRS), Sniper/Litening dan sebagainya.
Dengan sisa +1500 jam terbang, usia pesawat hibah F-16C bLock 25, kira-kira 5 tahun lagi dengan masa terbang 20 jam/bulan. ..

Nah   sekarang kita bahas tentang SU-3OMK/SUKHOY FAMILY
 Spesifikasi SU 30 MK

Version Su-30MK
Manufacturer(s) Sukhoi
Country Russian Federation
Role Multirole fighter
Powerplant Saturn AL-37FP thrust vectoring engines (2x)
Thrust 83.4kN (142.2kN with afterburner)
Length 21.9m || 71 ft 11.5 in
Height 6,4m || 20 ft
Wingspan 14,7m || 48 ft 2.75 in
Weight 34,500 kg || 72,752 lbs (Max TOW)
Speed 2.35 Mach || 2,150kmh || 1230 kt || 1417 mph (Max)
Range 3,000 km
Ceiling 17,300m || 58,071 ft
Crew Two
First deployment n/a
Cost Around 37 million USD (Su-MKK)

RADAR N001VEP

Pada SU 30 MK2 menggunakan radar buatan NIIP dan phazotron.blok upgrade terbaru yang bernama "panda" yang berbasis dari radar N001-01 dari SU 27 SK telah dibuat.Dan program ini menghasilkan radar berjenis N001V modifikasi terakhir yang menggunakan C/C++ COTS software dan Ts 100 prosesor.

Pada SU MK2/MKK pada jarak 100 km dapat menjejak (tracking) 10 target,dan mengunci 4 target udara dan 2 target darat dari total 10 target yang ditracking (identifikasi).radar jenis ini juga terpasang pesawat J 11 A cina.varian baru radar jenis ini dengan prosesor baru ,dapat mengidikasi target bergerak moving target indication (MTI),kemampuan mapping wilayah dan mendeteksi helikopter yang terbang rendah. N001VEP dapat mendeteksi hingga 120 derajat dan sudut elevasi 110 derajat.

Zhuk-MSE radar

Radar tipe baru yang terpasang pada SU K30 MK2/MKK,salah satu upgrade pada SU 30 MK2/MKK yang baru.pada varian Zhuk-MS biasa dapat mendeteksi musuh pada jarak 150 Km,sedangkan pada varian Zhuk-MSE ESA kabarnya bisa mendeteksi radar hingga 350 Km dan mengunci 4 target udara dan 4 target darat secara simultan.varian MSE ini kabarnya akan dipasang pada J 11 cina.di negara negara sekutu tipe radar seperti ini dikatagorikan radar AESA

Mission computer: MVK-RL
Flight instruments:MFI-10-5 LCD MFDs

ElLECTRONIC WARFARE

peralatan jamming terbaru yang tersedia bagi varian flanker adalah KNIRTI SAP 518,KNIRTI termasuk high power support jamming pod.


PERSENJATAAN


air to air missile untuk keperluan menghancurkan AWACS/AEW musuh
LINGKUP PENGGUNAAN DAN DAYA JANGKAU MISIL
CONTOH MISIL YANG DIBAWA
R 73 ARCHER (misil jarak dekat)
R 27 alamo (misil jarak menengah)
Vympel R 77 ramjet (ini yang saya suka) JARAK JAUH

Su-30MK2

Su-30MK2 spesifikasi dasar
Mesin tipe 2 х AL-31F
Thrust, kgf 2 х 12500
Panjang, m 21,9
Wing span, m 14,7
Tinggi, 6,4 m
Max berat lepas landas, kg:
- Maks 34500
- Limit 38000

Max kapasitas bahan bakar internal, kg 9720
Max payload, kg 8000
Max kecepatan, km / h:
- Pada ketinggian tinggi 2100
- Di permukaan laut 1400
Max Mach nomor 2
Layanan langit-langit, m 17300
Max g-load9
Range, km:
- Tanpa pengisian bahan bakar dalam penerbangan3000
- Dengan satu dalam penerbangan pengisian bahan bakar5600
Jalankan dengan berat lepas landas normal, m 550 Roll dengan parasut drag dikerahkan, m 750


Double-kursi tempur.

Pesawat tempur multi-peran Su-30MK2 dirancang untuk mendapatkan keunggulan udara melalui bermusuhan membunuh berawak dan pesawat tak berawak dengan peluru kendali dalam pertempuran jarak menengah dan dogfights, dan permukaan (tanah dan laut) menghancurkan target dengan semua jenis senjata, pertama-tama dengan senjata presisi tinggi dalam individu dan operasi kelompok dalam kondisi semua cuaca. Pesawat ini dapat digunakan untuk pelatihan personil terbang untuk mengasah mereka terbang dan berkelahi keterampilan.

Bagian belakang-seater mengurangi beban kerja pilot dalam pertemuan PGM jangka panjang, dalam operasi malam hari dan misi berlarut-larut dengan pengisian bahan bakar dalam penerbangan.

Fitur utama dari pesawat tempur Su-30MK2 adalah sebagai berikut:

* Sistem pengendalian kebakaran meningkatkan membual peningkatan kemampuan permukaantarget;
* Sistem canggih kokpit manajemen;
* Navigasi yang ditingkatkan dan suite komunikasi;
* Lebih canggih pertahanan diri penanggulangan elektronik (ECM) suite;
* Udara diperluas-ke-udara dan udara-ke-permukaan suite senjata dengan persenjataan yang dipasang secara eksternal pada tanggal 12 cantelan;
* Sebuah in-flight sistem pengisian bahan bakar;
* Badan pesawat diperkuat dan landing gear menyediakan untuk operasi pesawat dengan beban max tempur dan kapasitas bahan bakar dengan take-off berat badan sampai dengan 38 nada.

Kontrol kebakaran sistem Su-30MK2 menyediakan untuk deteksi, pelacakan dan memukul dengan senjata onboard target udara dan permukaan sepanjang waktu dan dalam cuaca apapun.

Sistem pengendalian kebakaran terdiri dari dua subsistem utama:


Api subsistem kontrol * untuk senjata udara-ke-udara termasuk sistem radar penampakan, sistem penglihatan optronic, dan sistem head up display;
api subsistem kontrol * untuk senjata udara-ke-permukaan menyediakan untuk penggunaan spektrum yang luas dari udara-ke-permukaan senjata presisi tinggi, dan untuk indikasi sasaran, tujuan dan data penerbangan navigasi di empat menampilkan multifungsi 4-х terletak pada panel instrumen cockpits '
 Andalan dari sistem manajemen kokpit empat warna multifungsi liquid crystal display (LCD) dan kepala up-display (di kokpit kedepan saja). Ini menampilkan tampilkan semua diperlukan target penunjukan digital dan visual, penerbangan dan navigasi data serta data mengenai status pesawat sistem. Seiring dengan LCD multifungsi, rumah-rumah panel instrumen instrumen elektromekanis tradisional, yang bertindak terutama sebagai backup.

Radar digunakan pada Su-30MK2 di keterlibatan udara-ke-udara memastikan sebagai berikut:


* Mencari target udara;
* Terdeteksi identifikasi target;
* Menyerang target dengan rudal jarak pendek menengah dan menampilkan panduan yang berbeda;
* Mencari, pengunci pada dan pelacakan target visual di dogfights.

Dalam mode udara-ke-permukaan, radar memastikan berikut:

* Semua-cuaca akuisisi dan positioning target permukaan radio-contrast;
* Permukaan data penetapan target pasokan untuk menyediakan Kh-31A, Kh-35E, dan Kh-59MK udara-ke-kapal aplikasi rudal.
Optik-elektronik penampakan sistem yang terdiri dari stasiun Optical lokasi dan Helm-sistem target sebutan mount (HMS). Lokasi Optical stasiun (OLS) Su-30MK2 adalah kombinasi dari pencarian inframerah dan sistem track (IRST) dan laser rangefinder / target penanda. Hal ini dirancang untuk melacak target udara baik di depan dan belahan belakang menggunakan inframerah tanda tangan mereka . Hal ini juga dapat digunakan untuk laser mulai dari target udara dan permukaan serta untuk menerangi target permukaan oleh sinar laser untuk peluru kendali udara-ke-permukaan dengan laser homing semi-aktif aplikasi kepala.
Suite senjata Su-30MK2 termasuk built-in GSH-301 30-mm automatic single-barrel tinggi tingkat-meriam-api dengan beban amunisi dari 150 putaran, rudal, roket dan bom yang dipasang secara eksternal pada tanggal 12 cantelan dibawah sayap dan pesawat .
Suite senjata udara-ke-udara termasuk rudal jarak menengah dari jenis-27 R - R-27T1, R-27ET1 rudal pencari panas, R-27R1, R-27ER1 radar-rudal homing semi-aktif, R-27P1 dan rudal R-27EP1; RVV-AE rudal jarak menengah radar-homing aktif, dan R-73E jarak pendek rudal pencari panas.
Pesawat tempur Su-30MK2 memiliki berbagai senjata dipandu dan terarah digunakan untuk menghancurkan target permukaan.

Udara-ke-permukaan senjata dipandu pesawat tempur Su-30MK2 terdiri dari Kh-59ME, Kh-35E dan Kh-59MK rudal, sedangkan jarak menengah Kh-31A berkecepatan tinggi anti-kapal rudal radar-homing aktif, sedangkan Kh-31p jarak menengah antiradar radar-homing rudal pasif; Kh-29T, TV-homing rudal Kh-29TE atau Kh-29L laser-homing rudal jarak pendek; bom TV-homing KAB-1500Kr dan-KAB 500Kr (KAB- 500-OD) bom dipandu.

Demikian kira kira perbandingan yang bisa kita gambarkan.
Terima kasih

 




Rabu malam, 4 September 2013. Sekitar Dua unit Sukhoi Su-30 MK2 pesanan TNI AU tiba di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, .

Sukhoi tiba di Lanud Hasanudin Makassar
Sukhoi Su-30MK2 yang tiba di Lanud Hasanuddin Makassar, Rabu malam (4/9)
(Foto: ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/wt via MetroTVNews)
Kedatangan dua Su-30 ini melengkapi kekuatan Skadron 11 Wing 5 Lanud Sultan Hasanuddin menjadi 1 Skadron -sebelumnya 14 unit- yang terdiri dari Su-27 SKM (kursi tunggal) 5 unit dan Su-30 MK (kursi ganda) 11 unit.
Kedua Sukhoi ini diangkut dan diturunkan dengan menggunakan "airlifter" Antonov AN-124-100 Flight Number VDA 6328 yang dipiloti Panov Vadim, Salovyev Evgeny dan Validanov Rinai serta 13 kru. Antonov berangkat dari bandara Khabarovsk, Rusia menuju ke Lanud Sultan Hasanuddin dan baru tiba setelah dua hari karena sempat transit di bandara Ninoy, Manila.
Dua pesawat ini sudah berbentuk jadi, namun sayapnya dilepas. Selanjutnya, Su-30 tersebut akan langsung dirakit oleh tim dari Rusia bersama Skadron Teknik 044 lanud Sultan Hasanuddin. Perakitan diperkirakan akan memakan waktu satu minggu, dan setelah enam hari baru dilakukan tes penerbangan.
Indonesia pertama kali memesan Sukhoi pada tahun 2003. Sejak itu, kedatangan Sukhoi dilakukan secara bertahap, yakni tahun 2003 di Lanud Iswahyudi, Madiun. Selanjutnya di Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, pada 2009 dan 2010. Hingga 2013, tercatat tiga tahap pengiriman pesawat Sukhoi, yakni, Sukhoi SU-30 MK, dan terakhir semalam.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan dua buah kapal perang patroli cepat produksi PT Palindo Marine Shipyard Batam, KRI Pari-849 dan KRI Sembilang-850, Kamis, 5 september 2013 di Dermaga Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau.

KRI Pari-849 dan KRI Sembilang-850
KRI Pari-849 dan KRI Sembilang-850 (Foto: Silep04 via Garuda Militer)
Kedua kapal patroli cepat jenis PC-43 ini memiliki spesifikasi panjang 43 meter, lebar 7,4 meter, bobot 250 ton, kecepatan maksimal 24 knot, kecepatan jelajah 17 knot, dan kecepatan ekonomis 15 knot. Dilengkapi dengan satu sekoci Rigid Hull Inflatable Boat (RHIB), dengan penggerak outboard engine 75 PK. Selain itu, kapal ini  memiliki endurance (ketahanan) dalam berlayar selama empat hari.

Menhan menjelaskan bahwa kapal patroli PC-43 secara fisik mirip dengan KCR punya TNI yg lain KCR-40 milik TNI AL yang juga diproduksi oleh PT Palindo, yaitu KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, dan KRI Beladau-643. PC-43 dan KCR-40 sama-sama menggunakan bahan baja serta alluminium alloy. Yang menjadi pembeda keduanya adalah kapabilitas dalam menggotong senjata. Sebagai kapal patroli murni, PC-43 bukan dirancang untuk membawa peluru kendali.

Peresmian tersebut merupakan hari bersejarah bagi perkembangan teknologi militer Bangsa Indonesia, khususnya bidang industri perkapalan. KRI Pari-849 dan KRI Sembilang-850 merupakan dua kapal pertama dari rencana empat unit KPC sampai dengan 2014 yang dibangun oleh anak-anak bangsa Indonesia.

Meningkatkan Armada Tempur TNI AL

Kedua kapal yang senilai 75 miliar masing-masing tersebut akan segera memperkuat armada TNI AL. KRI Pari-849 akan memperkuat jajaran Satuan Kapal Patroli (Satrol) Koarmatim, sedangkan untuk KRI Sembilang-850 akan memperkuat jajaran Koarmabar, di wilayah Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II Padang, Sumatera Barat.

Penambahan alutsista amat penting untuk menambah daya tempur dan dukungan pelatihan serta operasi di laut, ujar Menhan. Sekaligus merupakan jawaban konsekuensi atas karakteristik geografis Indonesia yang memiliki keanekaragaman kekayaan alam di laut, potensi keragaman hayati, warisan dunia yang patut dijaga.

Indonesia, kata Menhan, memiliki banyak selat dan perairan yang merupakan alur perairan utama dan penting bagi bangsa lain, karenanya perlu penjagaan maksimal. "Ini memiliki makna penting dan strategi pembangunan TNI AL menuju kekuatan pokok angkatan laut, meningkatkan kekuatan angkatan laut menjaga NKRI," kata Menteri.

Saat meresmikan kedua kapal patroli diatas, Menhan mengatakan bahwa TNI akan memiliki daya kekuatan yang terbesar di antara negara lain di Asia Tenggara pada 2014. "Renstra (rencana strategis) pertama 2014, kekuatan TNI yang terkuat di Asia Tenggara," ujar Menhan.

Kekuatan itu tercermin dari pengadaan alutsista oleh pemerintah yang melengkapi TNI AL, TNI AU, dan TNI AD dengan senjata dan peralatan baru.

Menhan mengatakan ada banyak alutsista yang ditambah untuk ketiga angkatan bersenjata, di antaranya kapal patroli cepat untuk TNI AL, tank Leopard untuk TNI AD dan penambahan pesawat Sukhoi untuk TNI AU.

Sementara untuk TNI AD, selain 45 unit tank leopard, pemerintah juga mengadakan 28 unit helikopter dan delapan unit heli serang Apache. Menurut dia, TNI yang kuat memiliki banyak arti, baik bagi dalam negeri maupun luar negeri.

Meski begitu, Menhan membantah bahwa penambahan alutsista dan penguatan TNI berhubungan dengan pendirian pangkalan militer AS di Singapura dan Australia. "Ini tidak untuk perlombaan senjata, ini memordernisasi," katanya.

Sumber: Kemhan/Metrotvnews

Selasa, 12 Maret 2013

cerita jaman dulu kiriman dari temen blogspot. 

Garuda III Kongo : 30 Personel Kalahkan 3000 Milisi

Kontingen Garuda
Ilustrasi. Kontingen Garuda di masa kini
Tahun 1962, Kongo, negara di belahan Bumi Afrika sedang bergolak, TNI kembali diundang untuk Misi Perdamaian PBB dengan nama Kontingen Garuda III (Konga III) di bawah pimpinan Letjen TNI (Purn) Kemal Idris (Alm). Garuda III diambil dari dari Batalyon 531/Raiders, satuan-satuan Kodam II/Bukit Barisan, Batalyon Kavaleri 7, dan unsur bantuan tempur lainnya.
Pasukan ini berangkat dengan pesawat pada bulan Desember 1962, dan berada di medan tugas selama delapan bulan di bawah UNOC (United Nations Operation in the Congo). Mereka di tempatkan di Albertville. Di tempat ini telah disiapkan satu kekuatan pasukan besar, yang terdiri dari 2 batalyon kavaleri. Sedangkan Batalyon Arhanud di tempatkan di Elizabethville, yang menjadi wilayah kekuasaan tiga kelompok milisi yang ingin memisahkan diri, di bawah pimpinan Moises Tsommbe dari pemerintah Republik Demokratik Kongo pimpinan Presiden Kasavubu.
Daerah ini terkenal dengan kekayaan mineralnya. Sempat terjadi beberapa pertempuran sengit antara pasukan PBB dari India melawan kelompok-kelompok pemberontak tersebut. Disini interaksi antara pasukan Garuda III dengan pasukan PBB lainnya sangat erat. Mereka terdiri dari pasukan Filipina, India, bahkan Malaysia. Walaupun ditanah air konfrontasi Ganyang malaysia dikumandangkan, interaksi persahabatan antara Garuda III dengan Malaysia tetap terjalin erat. Tanpa sedikit pun permusuhan (profesionalitas personel Garuda III).
Pasukan PBB asal India merupakan yang terbesar dan terbanyak jumlahnya. Mereka terorganisir dengan sangat baik. Mereka ditempatkan di kawasan-kawasan vital yang penting dan strategis. Sebaliknya Garuda III yang hanya berkekuatan kecil, mampu melakukan operasi taktik gerilya yang terkenal dalam sejarah PBB sehingga mencapai sukses besar. Disamping itu, personel Garuda III sangat luwes, pandai bergaul dengan penduduk setempat sehingga mereka menaruh kepercayaan besar kepada pasukan Garuda III.
Pasukan Garuda III mengajarkan bagaimana cara mengolah masakan Indonesia, membuat kue, serta menyayur daun singkong sehingga enak dimakan. Padahal mereka mengetahui memasak singkong hanyalah untuk makanan inti dengan cara dibusukkan, dikeringkan, ditumbuk jadi tepung baru dapat dimasak. Dengan adanya interaksi dan hubungan dengan penduduk setempat, maka semua program yang direncanakan berjalan dengan baik. Penduduk setempat menaruh simpati pada program yang dicanangkan, misalkan melakukan tindakan pengamanan daerah setempat dari pengacau. Dengan spontan tanpa di perintah, masyarakat memberitahukan kepada personel Garuda III, bila akan ada serangan yang di lancarkan oleh gerombolan pengacau.
Suatu hari terjadi serangan mendadak ke markas Garuda III. Pertempuran dan tembak menembak terjadi dari jam 12.00 malam hingga dinihari. Markas Garuda III terkepung dengan rapat. Semua personel merapatkan barisan, berusaha menangkis serangan tersebut. Menurut Informasi Intelijen, serangan dilakukan oleh sekitar 2000 pengacau, hasil gabungan 3 kelompok pemberontak. Sedangkan markas komando Garuda III dipertahankan sekitar 300an personel, 40 persen dari seluruh kekuatan Garuda III di Kongo. Tidak ada korban jiwa dari Garuda III, hanya beberapa yang cedera ringan dan langsung ditangani tim medis lapangan. Menjelang subuh, gerombolan pengacau mengendurkan serangan kemudian menarik diri ke basis mereka di wilayah gurun pasir yang membentang gersang.
Hasil konsolidasi pasukan, maka di bentuk tim berkekuatan 30 orang personel RPKAD sebagai tim bayangan sekaligus tim terdepan untuk pengejaran hingga ke markas pemberontak sekalipun. Mereka bergerak cepat pada jam 06.00 waktu setempat, dengan perlengkapan garis 1 untuk pengejaran. Semangat tinggi dan berkobar terlihat jelas di wajah-wajah mereka yang terpilih. Iringan doa rekan-rekan di markas, juga dari pasukan PBB lain, mengiring langkah kaki mereka. Menuju kawasan "no mand land" -wilayah tak bertuan-, yang menjadi daerah kekuasaan pemberontak, sekaligus juga merupakan daerah terlarang untuk pasukan PBB. Di kawasan itu, 2 kompi plus Pasukan India pernah di bantai tanpa tersisa. 
Pasukan ini di pimpin seorang Kapten dengan dibantu 5 orang Letnan. Dengan penyamaran layaknya kumpulan suku pengembara, mereka bergerak dalam 3 kelompok yang saling berkomunikasi, tidak lupa kambing, sapi, bakul sayuran di bawa bersama untuk penyamaran. Badan dan wajah di gosok arang sehingga hitam dan menyerupai penduduk asli tempatan, ada juga personel yang berpakaian wanita dan menjunjung bakul sayuran daun singkong. Mereka bergerak melambung melalui pinggiran danau, melewati "no mand land" tujuan akhir.
Data intelijen yang didapat mengatakan kekuatan musuh diperkirakan 3000an bersenjatakan campuran termasuk RPG/Bazooka dan beberapa tank, panzer, bisa dimaklumi sebab ini markas mereka, tentara lain belum memasuki wilayah yang dijaga ketat tersebut. Memasuki senja, personel bermalam dipinggiran danau sambil mengatur strategi penyerangan. Dikejauhan terlihat kerlip lampu-lampu dari markas pemberontak. Menurut data intelijen lagi, suku-suku di kongo, termasuk pemberontak sangat takut akan Hantu Putih (sosok berpakaian putih yang berbau bawang putih). Nah, disinilah strategi penyamaran diubah. Dibalik pakaian loreng darah mengalir mereka, terbungkus jubah putih yang menggerbang ditiup angin danau. Sambil tidak lupa dengan rantai bawang putih yang baunya harum semerbak.
Persipan penyerangan dari danau dengan menggunakan kapal yang dicat hitam-hitam pun dipersiapkan. Menunggu jam 12.00 tengah malam. Isyarat serangan pun diberikan oleh sang komandan. Dengan gesit, ke 30 orang personel RPKAD mengambil posisi masing-masing. Penyerangan tepat di mulai jam12.00 tengah malam, dengan kapal yang di digelapkan warnanya di atas Danau Tanganyika, tidak berapa jauh dari daerah "no mand land." Ke 30 personel yang menyamar menjadi "Hantu Putih" ini (atau lebih dikenal masyarakat dengan sprititesses), berhamburan keluar dari dalam kapal, mendobrak pos penjagaan terdepan pemberontak. Para pemberontak yang sangat percaya akan keberadaan Hantu putih ini, kaget, terpana dan ketakutan melihat kelebatan bayangan putih melayang-layang disekitar mereka (jubah putih yang diikat kayu dan tertiup angin) sambil melepaskan rentetan tembakan yang riuh rendah.
Ternyata semangat melawan pemberontak hilang sama sekali, mereka percaya bahwa mereka berhadapan dengan hantu, bukan manusia biasa. Ketika akan didekati, para pemberontak yang disergap itu terkejut, secara reflek melemparkan ayam yang sedang dibakarnya tepat mengenai anggota pasukan Garuda III. Hanya sekitar setengah jam, markas pemberontak dapat di kuasai, Ribuan pemberontak beserta keluarganya menyerah, puluhan yang lain tewas dan luka-luka, sedangkan dipihak RPKAD cedera 1 orang, terkena pecahan proyektil RPG. Dengan sigap, tawanan dikumpulkan. Tidak lama kemudian, bantuan dari pasukan di markas pun tiba, beserta pasukan PBB yang lain dari India, Malaysia, Filipina.
Sejak itu, anggota Garuda III di kenal oleh orang-orang Kongo dengan julukan Les Spiritesses, pasukan yang berperang dengan cara yang tidak biasa dilakukan orang !!. Bisa dibayangkan, dengan hanya berkekuatan 30 orang bisa menawan sekitar 3000an pemberontak bersenjata lengkap!!! Keesokan harinya, pimpinan operasi dan Komandan Garuda III dipanggil menghadap oleh Panglima Pasukan PBB di Kongo, Letnan Jenderal Kadebe Ngeso dari Ethopia. Ia mengatakan bangga dan takjub atas keberhasilan RPKAD Garuda III menawan basis terbesar pemberontak dan 3000an lainnya tanpa jatuh korban. Namun ia kecewa. Tentara Indonesia katanya tidak bertanggungjawab, irresponsible terhadap pemberontak yang ditawan itu. Kenapa sampai dikatakan irresponsible?. Biasanya, standar operasi tentara, jika musuh berkekuatan 3000 orang, harus disergap dengan kekuatan 3 kali lipat, yaitu 9000 personel. Nah, jika 3000 orang musuh dihadapi hanya dengan kekuatan 30 sampai 50 orang, itu namanya irresponsible dan tidak masuk akal. Mustahil dan nekad!! Bagaimana seandainya para pemberontak tersebut melawan? dan ada yang membocorkan taktik Hantu Putih tersebut? tanya panglima PBB di Kongo.
Apapun, sanjungan dan pujian, serta decak kagum tetap di lontarkan, dan strategi penyerangan ini sampai sekarang masih menjadi legenda Misi Pasukan Perdamaian PBB. Mungkin kisah ini banyak yang tidak tahu, terutama masyarakat tanah air sendiri. Yang jelas, ini sudah bukti nyata keberhasilan anak-anak bangsa kita mengharumkan nama Indonesia, RPKAD khususnya di seantero dunia. Jelas cara taktik, muslihat, strategi serangan ini menjadi bahan penyelidikan Pasukan PBB lainnya, dan tentu saja menjadi legenda hingga sekarang.
Post Asli : "RPKAD Garuda III Kongo 1962 Les Spiritesses"
dri berbagai sumber:/

      Iran Produksi Massal Sistem Rudal Ya Zahra dan Mersad

Sistem rudal pertahanan udara Ya Zahra
Uji coba sistem rudal pertahanan udara Ya Zahra, Rabu, 14 November 2012 (Foto:presstv.ir)
 sistem rudal jarak pendek baru "Ya Zahra" yang diproduksi dalam negeri Iran telah diresmikan. Selain itu, produksi massal sistem rudal Mersad telah dikirim ke Pangkalan Pertahanan Udara Khatam-ol-Anbiya (Khatamul Anbiya), Iran.
Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi yang menghadiri upacara peresmian tersebut, memberikan penjelasan kepada Press TV mengenai fitur baru sistem rudal pertahanan udara mobile (bergerak) Ya Zahra, dengan mengatakan, "Senjata ini memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, melacak, dan menghancurkan target udara, seperti berbagai jenis pesawat, helikopter, dan UAV (pesawat tak berawak) dalam jarak dekat."
Vahidi melanjutkan, sistem rudal Ya Zahra terhubung dengan jaringan terpadu pertahanan negara dan dapat digunakan di mana saja dan melaksanakan misinya secara efektif. Diproduksi oleh Organisasi Industri Pertahanan Iran (IDIO), Ya Zahra adalah sistem rudal jarak pendek yang dirancang untuk meningkatkan pertahanan Iran terhadap berbagai ancaman di ketinggian rendah.
Vahidi juga mengatakan bahwa sistem rudal Ya Zahra dapat terlibat dalam beberapa target sasaran dan menghancurkan mereka dengan cepat pada saat yang sama, serta mampu mendeteksi target secara otomatis.
Sistem rudal Mersad
Sistem rudal Mersad
Untuk fitur dari sistem rudal permukaan-ke-udara Mersad yang juga diproduksi di dalam negeri Iran, Vahidi mengatakan, sistem rudal Mersad adalah sistem pertahanan udara jarak menengah canggih dan efisien, yang dapat melaksanakan berbagai misi pertahanan terhadap berbagai jenis pesawat cepat, helikopter, UAV dan rudal jelajah.
"Sistem rudal Mersad mampu melaksanakan misi pada siang dan malam hari. Sistem rudal ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu mengatasi ancaman perang elektronik," Vahidi melanjutkan.
Kedua sistem rudal (Ya Zahra dan Mersad) telah diuji coba dalam latihan pertahanan udara gabungan Angkatan Bersenjata Iran dan Korps Pengawal Revolusi Islam, dengan sandi Defenders of the Sky of Velayat 4 (Pengawal Langit Velayat 4), yang dilakukan di timur Iran pada November 2012 lalu.

        China, Kekuatan Udara Baru di Dunia

Formasi Pesawat Tempur J-11 China
Formasi Pesawat Tempur J-11 China. (Foto: Topwalls.net)
Sebuah visi yang jelas dan program jangka panjang untuk modernisasi militer, didukung oleh kemampuan industri pertahanan yang kuat dan inovatif, telah mengubah Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (Peoples Liberation Army Air Force/PLAAF) dari yang awalnya kuno, kolot, dan tidak terlatih, menjadi kekuatan udara modern dengan kemampuan yang baik untuk menjalankan semua misi-misi modern di abad 21.
Pondasi dari rencana jangka panjang program modernisasi Angkatan Udara China telah dibebankan pada tahun 2010, dan ditujukan untuk mencapai kemajuan besar pada tahun 2020. Untuk tahun 2010, China telah meletakkan pondasi dasar yang kuat untuk Angkatan Udaranya, ini ditunjukkan dalam latihan skala besar dengan sandi "Stride-2009" yang diselenggarakan bertepatan dengan perayaan 50 tahun kekuasaan komunis di China. Lima puluh ribu prajurit telah dimobilisasi secara besar-besaran dari tempat latihan mereka ke daerah-daerah yang tidak biasa bagi mereka.

Kekuatan Udara Baru Telah Muncul di Dunia

Pada tahun 1999, Angkatan Udara China mengoperasikan lebih dari 3.500 pesawat tempur yang terdiri dari J-6 (sekelas MiG-19) dan J-7 (desain berdasarkan MiG-21). Kesepakatan dengan Rusia adalah induksi untuk 100 Sukhoi Su-27 fighter. Angkatan Udara China juga memiliki armada pesawat bomber (pembom) H-6 (desain berdasarkan Tu-16).
Modernisasi Angkatan Udara China didorong oleh pertumbuhan ekonomi China yang luar biasa. Di abad ke-21 ini, dunia telah menyaksikan akuisisi China atas 105 Sukhoi Su-30MKK (2000-2003) dan 100 upgrade Sukhoi Su-30MKK2 (2004). China juga telah memproduksi lebih dari 200 pesawat tempur dari tahun 2002 dan hingga saat ini. Angkatan Udara China juga membeli total 126 Sukhoi Su-27SK/UBK dalam tiga batch pengiriman. Produksi pesawat tempur J-10 dimulai pada tahun 2002 dan 1200 berada dalam order. Pesawat bomber H-6 (Tu-16 Badger) dikonversi menjadi pesawat terbang pengisian bahan bakar.
Pada tahun 2005, Angkatan Udara China mengumumkan rencana untuk mengakuisisi 70 pesawat angkut (airlifter)  dan 30 pesawat tanker Ilyushin Il-78 yang secara signifikan akan meningkatkan kemampuan airlift strategis dan memberikan kemampuan tempur dalam waktu yang lama bagi Angkatan Udara China. Departemen Pertahanan AS telah melaporkan bahwa Su-27 SKS China diupgrade menjadi Sukhoi Su-27 SMK multirole (multiperan).

H-6 Bomber
H-6 Bomber
China juga sedang mengorganisir combat air wing untuk satuan  di masa depan, mungkin dan atau opsi lainnya Sukhoi Su-33, yang merupakan varian kapal induk dari keluarga Su-27. Banyak fighter di China yang diupgrade, sebagian untuk fungsi night maritime strike, yang memungkinkan bisa mengangkut senjata buatan Rusia, termasuk anti-radiasi dan amunisi KAB-500 kawal-laser.
China juga mengembangkan pesawat misi khusus, yaitu KJ-2000 AWACS yang didesain berdasarkan platform Il-76. Pesawat angkut Y-8 sedang dimodifikasi untuk melakukan berbagai peran Airborne Battlefield Command, AEW dan pengumpulan data intelijen. JH-7/7A akan menjadi tulang punggung kekuatan serangan presisi dengan sejumlah besar J-10 dan J-11 untuk peran superioritas udara. Peran interceptor akan dilakukan oleh yang sekarang berada di bawah produksi China. Belum lagi yang terbaru adalah keduanya di klaim China sebagai fighter siluman.
Untuk kekuatan transportasi, China akan memiliki pesawat Il-76, Il-78, Y-9 dan tentunya yang terbaru adalah si bongsor  kemungkinan Y-20 lah yang sempat membuat kaget media barat dari hasil foto satelit terhadap salah satu aktivitas di pangkalan udara China. China juga memiliki berbagai helikopter dan pesawat lainnya untuk melakukan misi khusus dan tugas-tugas rutin. Dengan berkembangnya C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance), militer China akan menjadi kekuatan yang tangguh untuk diperhitungkan bahkan oleh musuh yang siap sekalipun. Dalam proses modernisasi, Angkatan Udara China telah meningkat secara eksponensial, meskipun belum diuji dalam pertempuran/operasi yang sesungguhnya.

Pengklasifikasian Pesawat

Angkatan Udara China mengklasifikasikan pesawat-pesawatnya dengan kode-kode tertentu. Yaitu :
  • "J" untuk pesawat fighter
  • "Q" untuk pesawat ground combat (serangan darat)
  • "H" untuk pesawat bomber
  • "JH" untuk pesawat tempur-bomber
  • "Y" untuk pesawat transportasi
  • "JZ" untuk pesawat pengintai dan 
  • "Z" untuk helikopter
China juga meluncurkan pesawat tempur generasi kelima, J-20 dan J-31 dalam rentang waktu yang tidak lama, yang merupakan sebuah langkah besar dalam evolusi industri kedirgantaraan China. Kedua pesawat baru ini mmiliki fitur stealth (siluman), sekaligus menunjukkan tekad pada diri China untuk membentuk kemampuan militer baru di masa depan.
China berinvestasi secara signifikan di sektor kedirgantaraan dan manfaatnya sudah terlihat sekarang. Kemajuan telah jauh lebih cepat dari yang diperkirakan oleh analis Barat. Pertumbuhan ekonomi China yang fenomenal meningkatkan investasi dalam inovasi dan hasilnya akan bahwa pada tahun 2020 atau lebih China akan menjadi pusat inovasi dunia yang paling penting, menyalip AS dan Jepang.

Sejarah Industri Kedirgantaraan China

Sebuah sejarah singkat yang menyangkut pertumbuhan industri kedirgantaraan China akan mengungkapkan bagaimana transformasi China ini dicapai. Awalnya, Uni Soviet memberikan bantuan kepada Angkatan Udara China di awal 1950-an dengan membantu mendirikan fasilitas produksi pesawatnya. Pilot-pilot Angkatan Udara China juga dilatih dengan taktik Soviet dan beberapa dari mereka juga turut ambil bagian dalam Perang Korea melawan USAF (Angkatan Udara AS).
Pada akhir 1950-an, pabrik-pabrik perakitan pesawat China (di bawah lisensi Uni Soviet) mulai merakit pesawat dalam jumlah yang besar. Pesawat-pesawat yang dirakit adalah J-2 (MiG-15), J-4 (MiG-15bis), J-5 (MiG-17) dan J-6 (MiG-19).

J-20
J-20 (Foto:Noua/resboiu.wordpress.com)
Putusnya hubungan dengan Uni Soviet merupakan pukulan telak bagi China. Industri pesawat terbang China nyaris hancur. Namun, secara bertahap industri kedirgantaraan China mulai pulih pada tahun 1965 dan China memproduksi pesawat tempur pertama mereka, J-8, berdasarkan penggabungan desain pesawat-pesawat Uni Soviet.
Modernisasi Angkatan Udara China kala itu juga tersendat-sendat akibat prioritas anggaran China yang lebih condong mendukung pasukan  Memanfaatkan celah antara Uni Soviet dan China, negara-negara Barat mulai memberikan bantuan untuk Angkatan Udara China pada akhir 1980-an. Avionik barat diaplikasikan ke J-7 (copy dari MiG-21), J-8 dan A-5 ground attack fighter.
Teknologi barat juga turut andil dalam pengembangan bomber B-6D, rudal SAM HQ-2j high altitude dan rudal anti-kapal C-601 yang diluncurkan dari udara. Bantuan dari Barat akhirnya berakhir pada tahun 1989 akibat tindakan keras China terhadap demonstran dalam sebuah insiden terkenal "Lapangan Tianamen."
Runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991 terbukti menjadi berkah bagi China dan Angkatan Udaranya. Akibat pecahnya Uni Soviet, banyak ilmuwan Uni Soviet yang mencari penghidupan baru, insinyur dan teknisi dari bekas Uni Soviet akhirnya menemukan tempatnya di kompleks industri militer China. Selain itu, industri pesawat Rusia kala itu tengah berjuang untuk bertahan hidup. Rusia bahkan lebih dari bersedia untuk menjual pesawat modern dan teknologi ke China. Dan perekonomian China yang mumpuni mampu mengimpor semua yang terbaik yang ditawarkan Rusia.

Pesawat dan Helikopter Produksi Dalam Negeri China

Saat ini, Aviation Industry Corporation China telah menjadi memayungi sejumlah besar perusahaan yang bergerak dalam produksi pesawat dan peralatan yang terkait.
Changhe Aircraft Industry Corporation
Didedikasikan untuk membuat helikopter dan menghasilkan helikopter serang heli transportasi kelas berat Z-8, CA-9 Utility, Z11J dan helikopter Utilitas ringan Z-11.
Chengdu Aircraft Industry Corporation
Menghasilkan pesawat latih dasar JJ-5 (diekspor dengan nama FT-5), pesawat interceptor ringan J-7, pesawat tempur FC-1/J-17 Thunder multi-peran, pesawat tempur J-10 multi-peran, dan pesawat tempur generasi keilima J-20 dengan kemampuan siluman.
Hongdu Aviation Industry Group
Mengkhususkan diri dalam pesawat latih, menghasilkan pesawat latih utama CJ-5 dua-kursi, CJ-6 latih dasar dan lanjutan,  JL-8 dan pesawat latih supersonik L-15.
Guizhou Aircraft Industry Corporation
Menghasilkan pesawat latih JL-9 (MiG-21U) dan sejumlah UAV.
Harbin Aircraft Manufacturing Corporation
Membuat helikopter Z-5, Z-9, Z-9W/G, Zhi-15 dan HC-120.
Shaanxi Aircraft Corporation
Memproduksi pesawat angkut dan membuat varian Y-8 (berdasarkan AN-12), Y-9 yang kemampuannya bisa disandingkan dengan Hercules C-130J, Y-7 dan Y-20 pesawat dukungan taktis dengan empat mesin.
Shenyang Aircraft Corporation
Menghasilkan J-8, J-11 (varian Su-27), pesawat tempur J-15 varian kapal induk tempur didasarkan pada Su-33 dan J-XX (disebut-sebut J-31) generasi kelima pesawat tempur yang sedang dikembangkan. Juga menghasilkan J-20 , H-6 bomber (Tu-16 Badger) dan beberapa UAV.
Xi’an Aircraft Industrial Corporation
Membuat pesawat H-8 bomber strategis kelas berat dan JH-7 tempur-bomber bermesin ganda.
Selain itu, ada sejumlah besar pabrik-pabrik China yang ikut dalam pembuatan pesawat komersial sipil. Banyak produsen raksasa asing seperti Boeing, Airbus dan Eurocopter mendapatkan keuntungan untuk melakukan outsourcing sebagian atau produksi yang lengkap dari pabrik-pabrik China. Ini membantu industri kedirgantaraan China untuk menyerap teknologi baru.

Pelatihan Pilot di Angkatan Udara China

Telah ada peningkatan kualitatif dalam filsafat pelatihan dan operasional dalam tubuh Angkatan Udara China. Pelatihan pilot berlangsung selama empat tahun dan dibagi menjadi dua tahap yang berbeda. Tahap pertama berlangsung selama 20 bulan di salah satu dari dua sekolah dasar terbang yaitu Changchun dan Banding. Terdiri dari pelatihan militer, politik, budaya/sastra, dan fisik, serta pelatihan parasut. Tahap kedua berlangsung 28 bulan di salah satu dari sepuluh akademi terbang, masing-masing memiliki resimen terbang 3-4 dan utamanya terdiri dari pelatihan teknis khusus.
Untuk pelatihan tahap kedua, lima bulan pertama diajarkan teori penerbangan, politik, navigasi, aerodinamis, senjata udara-ke-udara, struktur pesawat, dinamika penerbangan, mesin pesawat, instrumen, cuaca, dan terjun payung praktis, serta pelatihan komando, kontrol, dan ilmu pengetahuan. Satu tahun berikutnya, pelatihan dengan 155 jam terbang dengan menggunakan pesawat latih utama CJ-6. Enam penidikan yang diajarkan, antara lain aerobatik, navigasi, dan formasi, sirkuit, dan instrumen terbang. Biasanya 30 persen siswa gugur dalam fase ini.

Heli Serang WZ-10
Heli Serang WZ-10 (Foto:thebrigade.thechive.com)
Satu tahun di akhir pelatihan (pelatihan lanjutan), terdiri dari 130 jam terbang dengan menggunakan F-5. Latihan menyerang, navigasi, sirkuit, formasi, aerobatik, dan instrumen terbang, serta berpartisipasi dalam latihan perang. Fase ini memiliki tingkat gugur sepuluh persen. Total tingkat gugur siswa selama tiga fase di tahap kedua adalah 55 persen.
Lulusan akan menerima gelar dalam ilmu militer dan berstatus Deputy Company Pilot Officer. Lulusan dapat menjadi Company Grade Officers. Mereka yang gagal, diberi kesempatan untuk melatih di sekolah yang ditunjuk sebagai Ground Support Officers.
Angkatan Udara China juga telah menetapkan batas usia untuk pilot-pilotnya. Setelah pilot telah mencapai batas usia atau gagal memenuhi kualifikasi medis, terbangnya dihentikan. Salah satu masalah yang paling umum adalah bahwa Angkatan Udara China belum memiliki mekanisme untuk menyerap pilot yang dipensiunkan untuk bertugas di tugas non-terbang.
Batas usia yang ditetapkan adalah 43-45 tahun untuk pilot pesawat tempur (usia rata-rata saat ini adalah 28), 48-50 tahun untuk pilot bomber, 55 tahun untuk pilot pesawat transportasi, 47-50 tahun untuk pilot helikopter dan 48 tahun untuk pilot wanita.

    Kerjasama Pertahanan : RI-China Latihan Bersama Angkatan Laut

Latihan bersama Angkatan Laut China dan Perancis
Ilustrasi, latihan bersama Angkatan Laut China dan Perancis pada tahun 2007 di Laut Mediterania.
Foto : Xinhua
Indonesia dan Republik Rakyat China sepakat memperluas kerja sama pertahanan dengan akan menggelar latihan bersama Angkatan Laut kedua negara. Latihan bersama Angkatan Laut ini sebagai bagian memperluas bentuk kerja sama militer dan pertahanan yang disepakati kedua pihak.dan untuk meningkatkan profesionalisme angkatan bersenjata kedua negara.
Latihan bersama ini adalah salah satu pokok bahasan dalam Forum ke-5 Konsultasi Pertahanan Indonesia-China di Beijing, Kamis. Dalam forum itu, delegasi Indonesia dipimpin Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sedangkan delegasi China dipimpin Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata China Letnan Jenderal Qi Jian Guo.
Sjafrie mengatakan bahwa Indonesia dan China telah sepakat untuk menggelar latihan bersama antara angkatan laut kedua negara pada 2013. Ini akan menjadi agenda Indonesia kedepan dalam peningkatan dan perluasan kerja sama pertahanan serta militer dengan China.
Selama ini Indonesia dan China juga telah dua kali menggelar latihan bersama antara Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dengan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China (People`s Liberation Army/PLA) dengan sandi "Sharp Knife". Kedepan, lanjut Sjafrie, akan dilakukan latihan bersama pasukan khusus kedua negara dari tiga angkatan, baik darat, laut maupun udara. Sjafrie menilai persiapan dan kesiapan terhadap rencana latihan bersama itu dari masing-masing pihak, terus mengalami peningkatan dan berjalan baik.

Mematangkan Navy to Navy Talk

Saat ini Angkatan Laut China dan Indonesia tengah mematangkan navy to navy talk yang telah disiapkan term of reference-nya pada 26 Juli 2012. Selain itu, telah pula dibentuk kelompok kerja yang akan menjadi acuan pelaksanaan navy to navy talk selanjutnya.

Pembentukan mekanisme navy to navy talk telah diumumkan oleh ketua bersama Konsultasi Pertahanan dan Keamanan pada pertemuan kelima pada Kamis (10/1). Selanjutnya Term of Reference for Navy Cooperation Meeting akan ditandatangani pada pertemuan navy to navy talk pertama pada Februari mendatang.

Forum pembicaraan antara angkatan laut kedua negara itu, merupakan bagian kerja sama pertahanan yang dapat dikembangkan sebagai pertemuan rutin dua tahun sekali untuk membahas isu-isu keamanan maritim.

Selain itu, navy to navy talk juga merupakan pengembangan kerja sama yang lebih nyata di bidang pertahanan dan keamanan maritim.

Produksi Bersama Rudal dan ToT Alutsista

Dalam bidang industri pertahanan kedua negara telah sepakat untuk memproduksi bersama rudal C-705. Hingga kini Indonesia dan China masih membahas proses pelaksanaan alih teknologi dalam pembuatan rudal C-705.

Selain C-705 Indonesia dan China akan membahas lebih lanjut alih teknologi pesawat tanpa awak, serta sistem pertahanan elektronik

Forum ke-5 Konsultasi pertahanan Indonesia-China, yang berlangsung hingga Kamis petang juga dibahas berbagai perkembangan situasi keamanan regional khususnya di Asia Pasifik, termasuk isu di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Sejarah Panjang Hubungan Indonesia dan China

Komandan Garnisun Maritim Angkatan Laut China di Shanghai Kapten Li Yu Jie mengatakan hubungan maritim antara Indonesia dan China telah memiliki sejarah yang panjang dengan kedatangan Panglima Cheng Ho atau Zheng He ke Indonesia dalam penjelajahannya selama kurun 1405 hingga 1433.

"Hal itu menunjukkan bahwa kerja sama maritim, utamanya angkatan laut kedua negara telah dimulai sejak lama. Dan diharapkan dapat terus ditingkatkan dari waktu ke waktu," katanya.