Minggu, 02 November 2014

sejarah roket indonesia

Sejarah roket Indonesia

sejarah Roket dan Rudal di Indonesia dimulai sejak RI membeli berbagai Rudal SAM (Surface to Air Missile) dari Uni Soviet . Era Sukarno kita membeli persenjataan banyak untuk mempersiapkan konftontrasi Dwikora maupun Trikora.

Industri roket bukan hal baru bagi Indonesia. Teknologi pembuatan roket di Indonesia sudah dirintis sejak tahun 1960-an. Indonesia bahkan termasuk negara kedua di Asia dan Afrika, setelah Jepang, yang berhasil meluncurkan roketnya sendiri.

Sebenarnya pembangunan teknologi Rudal di dalam negeri sudah mulai dirintis. Namun sayangnya, Indonesia gagal melakukan alih-teknologi.

ABRI (nama lama TNI) beserta ITB (Institut Teknologi Bandung) mencoba dan melakukan pengembangan lebih lanjut tapi karena keterbatasan dana dan politik, maka riset terasa lamban malah seperti terhenti. namun bangsa kita telah berhasil menciptakan prototye beberapa roket.

Sebenarnya masih banyak roket2 besar bikinan AURI dan ITB, diantaranya WIDYA, YOGA, dll, namun perkembangannya terhenti, setelah tahun 1965, AURI kena getahnya kasus G-30S.


sejarah lain"

Pada 22 September 1962 dibentuk Projek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) afiliasi AURI dan ITB yang dipimpin Boediardjo dan J Salatun. Tonggak sejarah awal ini ditandai dengan peluncuran roket ilmiah seri Kartika pada tahun 1964. Roket Kartika I merupakan roket sounding kedua di negara Asia-Afrika saat itu, sesudah Jepang. Alat telemetrinya yang kedua sesudah India, berhasil merekam sinyal-sinyal dari satelit cuaca TIROS dengan alat buatan dalam negeri.

Roket Kartika I diluncurkan dari pamengpeuk dengan berat 220 kg, roket Kartika II berbobot 66,5 kg dan berjarak tempuh 50 km. Setelah Orla tumbang digantikan Orba, fokus teknologi dirgantara sangat condong dengan industri pesawat terbang dengan hadirnya BJ Habibie di dekade 1970-an. Perkembangan teknologi luar angkasa berjalan terseok-seok. Kini negara Asia yang sangat maju dan intesif mengembangkannya adalah Jepang, RRC, dan India. Saat ini telah disusul Iran dan sangat besar kemungkinannya adalah Pakistan. Bahkan RRC memiliki program taikonot untuk menempatkan ilmuwan China ke angkasa luar.Mereka pada tahun 2008 berhasil menempatkan 3 awak dengan kapsul Shenzhou VII di luar angkasa dan Zhai Zhigang adalah taikonot pertama mereka dengan melalukan spacewalk pertama selama 20 menit. Menjadikan RRC sebagai negara keriga di dunia yang berhasil menempatkan manusia di luar angkasa setelah Soviet/Rusia dan Ameika Serikat.

Seandainya Indonesia konsisten mengembangkan teknologi roket luar angkasa tidaklah mustahil kini bisa sejajar dengan negara-negara tersebut. Bahkan teknologi roket sangat strategis dalam sistem pertahanan dan efek deterrent besar karena dengan mudah diubah untuk fungsi militer menjadi rudal balistik jarak jauh dan mengganti payload dengan hulu ledak. Efek deterrent jauh lebih besar dari pada pesawat tempur. Sayang, harapan itu hingga sekarang masih dalam taraf perintisan sejak hampir lima puluh tahun yang lalu. Masih berkutat dengan proyek ekperimental meski diakui semakin melangkah maju. Baru kemudian pada tahun 1987, Indonesia melalui LAPAN kembali membuat roket yang diberi nama RX-250 LPN. Roket ini merupakan roket berbahan bakar cair dan padat dengan berat 300 kg memiliki panjang 5,30 meter berdaya jangkau 70 km.

Terakhir Lapan telah berhasil meluncurkan roket eksperimental RX-320 pada 30 Mei 2008 dan RX-420, 2 Juli 2009, yang dilaksanakan di Stasiun Uji Terbang Pamengpeuk, Jawa Barat. Itu mendekati fase akhir untuk peluncuran RPS (Roket Pendorong Satelit). Roket tersebut merupakan roket pendorong satelit bertingkat empat yang disebut dengan Roket Pendorong Satelit (RPS)-420 dan direncanakan bisa diluncurkan 2014. Stasiun peluncuran akan dibangun di pulau Enggano yang lebih representatif daripada di Pamengpeuk Garut Jabar. Saat ini ilmuwan Indonesia telah mampu membuat satelit mikro TUB-SAT mekerja sama dengan Universitas Teknologi Berlin. Satelit mikro pertama bernama LAPAN-A1 telah diluncurkan pada 2007 dengan roket India di stasiun peluncuran Shriharikota

Skema perang TNI vs Singapura

Perang .. siapapun tidak menyukainya.namun jika hal itu terjadi, suka tidak suka kita harus siap menghadapinya.perang yang kemungkinan terjadi di sekitar kita adalah perang dengan negara tetangga terdekat.sebut saja singapura,malaysia,australia.

perang terjadi pasti di awali dengan serangan udara baik oleh roket, rudal atau pesawat tempur. jika hal itu terjadi apakah kekuatan udara TNI AU mampu untuk melawan atau tidak.kita berbicara fakta yang ada dan data yang tercatat.




Kita asumsikan pada tahun 2015, TNI AU sudah menuntaskan akuisisi:

- 24 F-16 blok 32+ dan Blok d-52 ..ex US 
- C-295 AEW&C, dengan radar IAI ELTA AESA, SAR (radar darat), dan radar maritim. Konfigurasi optimal untuk mendukung F-16 (berarti tidak optimal untuk Su-27/30 yang jumlahnya hanya sedikit). Jika sebelumnya simulasi lawan menggunakan kapabilitas RTAF, kali ini kita menggunakan kapabilitas Singapore Armed Forces (SAF), dalam hal ini tentunya RSAF (Republic of Singapore Air Force).
Untuk lebih menunjukkan lemahnya TNI AU tahun 2015, pada simulasi serangan kali ini, F-15 RSAF tidak ikut serta. Para pilot F-15 RSAF diliburkan ke Hawaii, karena 86 F-16 RSAF dianggap sudah lebih dari cukup untuk serangan.


Stage 1 adalah pertempuran beyond visual range (diluar jarak pandang) 

dengan bantuan pesawat radar (AEW). RSAF maju dengan armada F-16 ditemani G-550 CAEW.Tipikal pertempuran terjadi antara 4 AURI F-16 melawan 2 RSAF F-16, sebagaimana Stage 1 dibawah ini. Sekalipun jangkauan radar AEW kita asumsikan sama, namun BVRAAM RSAF lebih jauh jaraknya, lebih cepat mengunci dan menembak lebih dulu (AIM-120-C7), dengan dukungan G-550. TNI maksimal diberikan kongres AS izin untuk membawa AIM-120-B yang lebih jadul, sesuai doktrin militer AS yang tidak mau mempersenjatai negara non-sekutu lebih daripada negara sekutu (suatu hal yang wajar).
13446656231540597807
Pada kenyataanya, sangat mungkin ke-4 AURI F-16 sudah hancur pada tahap ini. Namun untuk membuat skenario lebih seru, kita asumsikan 3 AURI F-16 berhasi lolos.



Stage 2 adalah pertempuran beyond visual range (diluar jarak pandang) 

yang dilakukan secara mandiri dengan rudal jarak menengah yang ditembakkan dan dikendalikan langsung oleh fighter.
Pada TUM-DJP (Tempur Udara Mandiri - Diluar Jarak Pandang), RSAF F-16 unggul karena radarnya 30 - 50% lebih jauh dibanding AURI F-16. Demikian pula komputer targettingnya, jauh lebih canggih. Akibatnya, RSAF akan lebih dahulu mengunci dan menembah AURI F-16.
13446656881943037765
Disini pun sebenarnya AURI F-16 tidak mungkin lolos. Dilema yang dihadapi oleh pilot F-16 adalah melakukan manuver g-force tinggi, yang beresiko rusaknya air frame F-16 tua (produks 1984), dengan kemungkinan lolos dari rudal Mach 4 sangat kecil. Atau memilih tombol eject.
Namun demi skenario, kita asumsikan 2 AURI F-16 atas doa masyarakat Indonesia, berhasil lolos, bahkan menembakkan rudal AIM-120B-nya.
Hanya saja kemampuan counter measure RSAF F-16 sudah jauh diatas, sehingga besar kemungkinan AMRAAM AURI tersebut dipatahkan oleh SPS-3000, jamming dari AEW, serta manuver lincah F-16 blok 52.

Stage 3 adalah pertempuran menggunakan rudal jarak dekat, yang dilakukan dalam jarak pandang.
13446657541726626595
Tibalah di penghujung acara: dogfight. RSAF memiliki rudal dengan kemampuan tembak lebih dulu (AIM-9X dan Phyton 5). Rudal tersebut juga lebih mudah melakukan locking, karena mampu melacak pesawat musuh pada sudut yang sulit.



stage 4 dog fight

Paling kejam Phyton-5 buatan Israel, bisa mengunci dan menembah sekalipun pesawat musuh berada di belakang. Sehingga pilot RSAF tidak perlu repot-repot melakukan manuver mengejar F-16 AURI.

Disini tidak ada nasib lain, F-16 AURI dihancurkan dengan sukses.
Sesuai skema 4 lawan 2 ini, demikian juga berlangsung antara 24 AURI F-16 blok 32 eks USANG (Ogdon upgrade), melawan 86 (baca yang keras: DELAPAN PULUH ENAM) RSAF F-16 blok 52+ brand-new state-of-the-art (Israeli upgrade).

Nasib yang tidak jauh beda untuk 4 Su-27 dan 6 Su-30, dimana efektif yang mampu melawan hanyalah 2 AURI Su-27 SKM/SMK dan 3 unit AURI Su-30 MK2. Namun dengan jumlah pesawat sangat sedikit (5 lawan 86), tidak ada dukungan AEW (C-295 di set untuk dukungan F-16 / AIM-120, tidak optimal mendukung Sukhoi / R-77 RVV), nasib burung besar itu dapat dipastikan. Tanpa perlu RSAF menurunkan F-15-nya, karena pilotnya masih berlibur di Hawaii.

Setelah kekuatan udara TNI AU dihancurkan, SAF mencapai supremasi udara total. Selanjutnya adalah meraih superioritas udara, melalui operasi SEAD (Suppression of Enemy Air Defense).
13446658051329593650
Lagi-lagi tidak ada perlawanan berarti. TNI AD maksimal memiliki SAM jarak menengah Hawk yang sudah udzur, bau tanah. Teknologi tertinggal jauh. Juga Rapier yang cukup tua. Yang muda dan baru hanyalah Grom, yang jangkauan pendek (5.5 km).
Demikianlah seluruh hanud modern TNI AD dihancur leburkan dengan peluru kendali jarak jauh. Menyisakan segelintir Manpad yang tidak akan pernah melihat fighter modern.

Stage 5 adalah perang antara pesawat tempur dengan kapal perang untuk merebut dominasi laut.

Setelah meraih supremasi udara, kini RSAF beralih ke laut, mengejar dan menghancurkan kapal-kapal TNI AL yang memiliki armada terkuat di seluruh Asia Tenggara.
1344665878851128296
Hasilnya sama, seluruh kapal TNI AL tidak ada SATUPUN yang memiliki kemampuan hanud memadai. Mulai dari kapal perang kuno yang besar-besar, sampai kapal perang terbaru. Dari jarak jauh, hujan AGM-84 dan AGM-88 mengejar fregat TNI. AK-230 menyalak, mungkin bisa menembak jatuh satu atau dua rudal, sebelum kapal Parchim-nya dihajar rudal.
Kapal-kapak selam TNI AL di buru oleh S-70B Seahawk, dengan bantuan intai dari AEW yang memiliki kemampuan radar maritim.

Dengan dikuasainya laut, maka RSN (Republic of Singapore Navy) dapat mempersiapkan operasi pendaratan lintas laut. Para pelaut TNI AL terpaksa mendarat, bergabung bersama Marinir, untuk melakukan PERANG GERILYA RAKYAT SEMESTA.
UPDATE: TNI AL mengadakan 3 kapal korvet F2000 kelas Nakhoda Ragam dengan senjata pertahanan udara jarak menengah. Kapal ini adalah KRI 358 John Lie, KRI 359 Usman Harun, dan KRI 357 Bung Tomo. 3 kapal tersebut sebenarnya pesanan Brunei, namun Brunei membatalkan pesanan karena menilai kapal tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipesan. BAE System yang membangun kapal tersebut kemudian menjualnya kepada Indonesia dengan 1/5 harga. Belum dapat dikonfirmasikan apakan seluruh sistem  Nautis II dengan rudal MICA, dipasang pada kapal-kapal tersebut. Jika terpasang, kapal ini akan mampu mempertahankan diri dari serangan rudal anti kapal subsonic (AGM 84, Exocet, dsb).

Stage 6 adalah serangan udara ke darat, yang biasanya dilakukan menjelang invasi atau gerak maju pasukan.

Sebelum pendaratan, sekali lagi RSAF berburu kendaraan lapis baja TNI AD. Ke-100 Leopard 2 kebanggaan TNI AD hancur lebur dikejar Maverick dan Hellfire dari F-16 dan Longbow Apache. Untuk menyelamatkan, sebagian besar Leopard terpaksa harus di kubur atau di sembunyikan di dalam hutan.
TNI AD pun bersiap untuk melakukan PERANG GERILYA RAKYAT SEMESTA.
13446660121773121583
Dengan santai RSN melakukan pendaratan tanpa perlawanan di kepulauan sekitar Singapura, mulai dari Natuna, Batam, Bangka, Belitung, bahkan, untuk menunjukkan keterbatasan kapabilitas TNI, SAF melakukan pendaratan merebut Kalimantan Barat dan sekitarnya, membangun buffer zone.

TNI AD yang bersiap melakukan perang gerilya terhenyak, ternyata sudah tidak ada stok ranjau anti personel TNI, yang sangat vital untuk pertahanan gerilya.
Usut punya usut, ternyata ada politisi yang men-sabotase kemampuan perang gerilya rakyat semesta TNI, dengan cara mengikut sertakan Indonesia dalam rezim anti ranjau internasional, yang di ratifikasi oleh parlemen ngawur beberapa tahun silam.
Komponen cadangan pun tidak jelas mekanisme mobilisasinya. Belum keluar permen dan PP pelaksanaan UU-nya yang baru. Dibentuklah milisi-milisi kaum nasionalis dengan rantai komando tidak memadai, sehingga terjadi banyak kasus pelanggaran HAM dari para preman petualang yang bergabung.

stage 7 aneksasi wilayah 

Para Jenderal TNI pun dituntut atas tuduhan pelanggaran HAM. Segera setelah itu terjadi genjatan senjata. Pasukan perdamaian PBB diturunkan mengawasi buffer zone di Kalimantan Barat, Tengah dan Selatan. Dibentuk Komisi Rekonsiliasi, agar Jenderal TNI tidak perlu diseret ke Pengadilan HAM Internasional.
Tapi toh ini semua cuma dongeng dari tukang jaga warnet.

Lalu, apa dampak mengabaikan kapabilitas tempur modern TNI AU ?
13446659582130257887
Disini Singapur hanya contoh mewakili Kemampuan Serang Tier 4 MDCI. Artinya semua Tier 4 (Thailand, Singapura, Australia) memiliki kemampuan setara itu, dan Tier diatasnya (RRC, India, dan AS) memiliki kemampuan lebih tinggi.

Sejarah selalu berulang. Kegagalan Meksiko membangun kapabilitas tempur sebanding dengan AS, berakibat hilangnya lebih 1/2 wilayah Meksiko (termasuk Kalifornia, Texas, dsb). Kegagalan Prusia, Austria, Polandia, Chekoslovakia, dsb. Pada prinsipnya sama: gagal membangun kapabilitas tempur sebanding dengan militer yang dapat di proyeksikan ke wilayahnya. Hasilnyapun sama: kehilangan wilayah teritorial.

Rabu, 29 Oktober 2014

Sejarah  pesawat tempur Sukhoi Indonesia


history :

sejarah sukhoi dimulai Gagalnya Pembelian 12 Sukhoi KI (Su-30 KI) pada Tahun 1997 oleh mantan presiden soeharto. akibat krisis moneter yang melanda dunia Indonesia yang ketika itu ingin
meningkatkan kemampuan Angkatan Udaranya, menaruh minat besar akan
pesawat tempur baru.Presiden Indonesia kala itu yaitu Soeharto karena beliau merasa gerah
dengan tudingan Amerika terhadap Indonesia mengenai permasalahan HAM di Indonesia.
Akhirnya Indonesia pun melakukan langkah ‘membelot’ ke Rusia dengan melakukan pemesanan 12 Sukhoi KI (SU-30KI). Sukhoi KI ini merupakan satu-satunya Su-30 yang berkursi tunggal. Ketertarikan Indonesia
terhadap pesawat Sukhoi ini dikarenakan Indonesia sudah melihat kehebatan pesawat ini ketika Sukhoi
tampil di ajang Indonesia Air Show pada Juni 1996.di ikutin kunjungan slaah satu menteri RI ke pusat pembuatan sukhoy di rusia.maka dari kunjungan tersebut sudah dibuat keputusan untuk membeli 12 unit dari yang di rencanakan.

 Langkah membeli Sukhoi ini bisa dikatakan sebuah perlawanan Indonesia terhadap hegemoni Amerika yang terus menekan Indonesia melalui isu-isu HAM dan sejenisnya. Indonesia sangat berharap pembelian Sukhoi ini akan menaikkan martabat Indonesia di mata dunia. Namun,pembelian Sukhoi ini tidak bisa lepas dari tekanan Amerika dan sekutunya yang tidak ingin Indonesia berhasil memiliki pesawat tempur  Sukhoi. Hal ini bisa dipahami, karena pembelian Sukhoi akan mendekatkan Indonesia ke Rusia seperti ketika jaman pemerintahan Presiden Soekarno yang membuat Indonesia begitu di takuti oleh Belanda
dan sekutunya.mungkin masih ingat kita punya pesawat tempur  mig-15.  mig-21 fresco,bomber tupolev, kapal selem  whiskey,Kcr  komar class, dan sang fenomenal KRI Irian. Entah ada kaitan langsung atau tidak, krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada 1997-1998 memaksa Indonesia membatalkan pembelian Sukhoi dari Rusia ini.

 Gagalnya pembelian ini membuat kekuatan Angakatan Udara Indonesia mengalami stagnasi dan semakin parah ketika tahun 1999 sampai dengan 2005, Amerika dan sekutunya memberlakukan Embargo Militer
terhadap Indonesia.terutama produk pesawat tempur f16, f-5 tiger, hercules 130, bole di bilang hidup enggan mati tak  mau.  akibat kelangkaan  suku  cadang saat itu berakibat fatal dengan banyaknya kecelakaan yang menimpa pesawat tempur TNI AU saat itu. sebut aja jatuhnya F16 elang biru yang menewaskan 2 pilotnya. tergelincirnya F16 di  runway  halim perdana kusuma yang menewaskan pilot handal almarhum Kapten.penerbang DWI SASONGKO. hasil penyelidikan dasarnya akibat tidak adanya suku cadang dan di paksakan pengunaan suku cadang  kanibal yang tidak sesuai, dan beberapa kecelakaan yang menimpa armada Pesawat  hawk dan sky hawk 209 akibat tindakan serupa oleh inggris  dengan "ikut ikutan" melakukan embargo terhadap pesawat tempur SkyHawk -hawk 209,yang berujung pada armada tempur  TNI Au Grounded..akibatnya untuk sekedar terbang pun maka di lakukan dengan keterpaksaan  terhadap sesama armada pesawat.bole di bilang saat itu kemampuan TNI AU hanya 20% dri seluruh armada tempurnya akibat terkena embargo.






Era Sukhoy

Pembelian Sukhoi Batch Pertama di Era Presiden Megawati Sukarno Putri pun di rintis, dengan bekal melanjutkan pemesanan tahun 1997 yang tertunda.namun saat itu saking kepepet akan kebutuhan alusista handal maka di dapat lah kesepakatan pembelian batch  sukhoy pertama tanpa persenjataan lengkap  dikirim ke indonesia.

Hal inilah yang kemudian mendorong kita untuk berpaling ke produk-produk buatan Timur (Rusia,), sebagai salah satu cara untuk meminimalkan ketergantungan akan produk-produk Barat yang sarat
dengan kepentingan politik negara penjual dan syarat syarat yang meremehkan kedaulatan negara.
Kontrak pembelian pesawat Sukhoi ini akhirnya ditanda tangani pada tahun 2003 pada masa pemerintahan
Persiden Megawati Sukarno Putri. Namun, kontrak pembelian Sukhoi ini mengalami banyak penolakan dari
berbagai pihak di Indonesia sendiri, termasuk kalangan Legeslatif. Sampai pernah kita mendengar istilah Sukhoi Gate yang berencana mengusik kontrak pembelian Sukhoi ini.

 Entah apa yang menjadi dasarnya, namun tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak asing yang menekan
untuk menggagalkan kembali pembelian Sukhoi ini, agar Indonesia tidak mendekat ke Rusia dan terus
berada di bawah kendali Amerika dan Sekutunya .anjing mengongong TNI AU tetap berjalan.hasilnya  Indonesia berhasil membeli 4 pesawat Sukhoi dari Rusia. 4 pesawat ini terdiri dari 2 Su-27 SK (kursi tunggal) dan 2 SU-30MK (kursi ganda). kedatangan nya di sanggup hangat oleh pejAbat TNI AU..


Pembelian Sukhoi Batch Dua di Era Presiden Susilo Bambang Yudoyono

Proses pembelian Sukhoi Batch Pertama yang mengandung banyak sekali kontroversi awalnya, banyak
disebabkan keraguan dari berbagai pihak akan kemampuan pesawat Sukhoy itu sendiri. Namun setelah
Indonesia mengopreasikan Su-27/30, keraguan akan kemampuan Sukhoy ini menjadi sirna. Malah
menjadi terbalik, semakin banyak pihak-pihak terkait yang mendorong agar Indonesia kembali membeli
Sukhoy untuk melengkapi Sukhoy yang sudah ada. Keinginan ini semakin menguat ketika Malaysia melakukan klaim sepihak terhadap wilayah Indonesia yaitu perairan Ambalat yang kaya minyak pada tahun 2005 . Klaim ini dijawab Indonesia dengan melakukan Modernisasi Militer Indonesia termasuk Angkatan Udara agar Malaysia tidak lagi memandang Indonesia dengan sebelah mata. Sampai akirnya Indonesia menandatangani kontrak pembelian 6 Sukhoi yang terdiri dari 3 Su-30MK2 dan 3 unit Su-27SKM.




Pembelian Sukhoi Batch Tiga di Era dan Misteri di sekitarnya

Saat  pembelian  batch ke 3,..Indonesia sudah memiliki 10 SU-27/30 sebagai penjaga kedaulatan Indonesia. Namun jumlah ini masih belum bisa menandingi 18 Su-30MKM milik Malaysia dan 24-F15SG milik
Singapura.oleh karena itu TNI AU meminta tambahan pembelian  6 pesawat sukhoy. Su-30MK2 untuk melengkapi Sukhoi Indonesia menjadi satu skuadron penuh yaitu 16 Su-27/30. Kontrak
pembelian ini sudah datang dan lengkap 16 unit..beberapa waktu lalu. timbul misteri..ada yang  bilang dari 6 unit psawat terakhir. terdapat  2 unit  sukhoy S-30MK2 yang telah upgrade setara SU-35, hal ini buktikan dengan adanya tambahan 8 mesin sukhoy yang di beli  untuk alasan mesin  'cadangan',lalu keungulan TNI AU dalam pitch black dengan super hornet  RAAF australia. lalu  adanya misteri penomoran angka kembar pada sukhoy dengan format angka 2  terdapat pada 2 pesawat dan angka 4 pada 2 pesawat lainya.(gambar  terlampir)
                                          perhatikan pesawat dengan nomor 4 angkamerah ada dua


Misteri 

 pada pembelian Batch kedua ini banyak terdapat misteri dibaliknya. Salah satunya adalah ketika penerimaan pertama 3Su-30MK2 di Makasar. 2 Su-30MK2 yang baru tiba di Makasar, sedang dalam tahap uji terbang, dan ketika sedang terbang, pesawat tersebut di Lock oleh pesawat musuh yang tidak dikenal . Kejadian ini sangat menghebohkan dunia militer Indonesia. pertanyaan muncul, siapa, kenapa, dan bagaimana  ?  hal itu terjadi
ada yg bilang itu di lock oleh S-300  punya TNI AU yang sedang latihan. ada yg bilang TNI AU lagi test 'sesuatu"dengan uji tandingnya sukhoy.test radar khusus dengan jangkauan jarak yang jauh.

Tidak hanya itu, ketika pengiriman tahap kedua yaitu 3 Su-27SKM ada juga kejadian yang sangat
mengejutkan yaitu tewasnya 3 orang ahli teknisi Sukhoi yang turut mendampingi kedatangan Sukhoi ini
ke Indonesia. Tewasnya ketika teknisi ini menandakan ada sesuatu yang tidak beres dan tidak kemungkinan
ada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap Sukhoi Indonesia sehingga hal ini bisa terjadi.sehingga misteri tetap lah misteri sampai akir jaman.



kontroversi 

 pembelian sukhoy tahap ketiga tidaklah terlepas dari Kontroversi.Banyak sekali pihak yang
mempertanyakan pembelian ini.Bahkan ada tuduhan pembelian ini mengalami Murk Up harga dan
terindikasi korupsi. Namun, Kementerian Pertahanan telah membantah keras tuduhan ini. Beberapa LSM di Indonesia bahkaan melaporkan Kemenhan ke KPK terkait pembelian Sukhoy ini. Tentunya kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik tentunya mendukung transparansi pembelian Sukhoi ini, agar
kemungkinan terjadinya Murk Up dan korupsi bisa di hindarkan. Memang benar bahwa dugaan mark up harus di tuntaskan. Namun yang menjadi pertanyaan adalah Kenapa pembelian Sukhoy begitu heboh, sampai Kemenhan di laporkan ke KPK. Sementara ada juga proses Hibah 24 F-16 yang juga menelan biaya yang sangat besar dan bisa saja terjadi mark up harga. namun penolakan terhadap Sukhoy ini sepertinya jauh lebih besar dari penolakan hibah F-16.hibah  blok d-52
sehingga rencana  penambahan armada baru selalu di kaitkan dengan politik ekonomi dan militer global sekitar  kawasan.,masih ingat ketika jepang dan asutralia protes rencana pembelian kapal selem  kilo TNI AL.