Teknologi Rahasia Jerman sejak perang dunia II
1.Roket V-2, Cikal bakal
Roket Modern

Roket V-2 (bahasa Jerman: Vergeltungswaffe 2) adalah peluru
kendali balistik buatan manusia pertama yang bisa mencapai titik sub-orbital di
luar angkasa. Roket ini telah menginspirasi berbagai roket modern termasuk
roket Saturn V yang dipergunakan dalam perjalanan ke bulan. Lebih dari 3,000
buah roket tipe ini diluncurkan sebagai senjata oleh militer Jerman untuk
membidik sasaran dari pasukan Sekutu dalam Perang Dunia Kedua, yang
mengakibatkan kematian lebih dari 7,250 dari pihak militer dan penduduk sipil,
sedangkan tidak kurang dari 20,000 orang menemui ajalnya di Mittelbau-Dora
selama proses pembuatannya.
Mengikuti suksesnya di desa Kummesdorf dengan dua roket seri Aggregate, Wernher
von Braun dan Walter Riedel mulai memikirkan rancangan roket yang jauh lebih
besar pada musim panas 1936 dengan dasar sebuah mesin yang diprojeksikan
memiliki gaya dorong 25 metrik ton. Proyek A-4 ditunda setelah test stabilitas
aerodinamis model A-3 pada tahun 1936 memberikan hasil mengecewakan, von Braun
memberi perincian perfomance A-4 pada tahun 1937, dan desain dan konstruksi A-4
dilaksanakan sekitar tahun 1938-1939.
Pada tanggal 28-30 September 1939, Konferensi Der Tag der
Weisheit (hari kebijakan) diadakan di Peenemunde untuk memulai pembiayaan
riset universitas untuk memecahkan masalah keroketan. Pada ahir 1940, Pusat
Riset Angkatan dara di Peenemünde berhasil memecahkan teknology inti yang erat
dengan suksesnya tipe A-4. Teknologi itu adalah mesin roket besar berbahan
bakar cair, aerodinamika supersonik, gyroscopic guidance dan sirip pengontrol
semburan jet. Pada saat itu, Hitler tidaklah terlalu terpesona dengan V-2, ia
menunjukan bahwa roket V-2 hanyalah sebuah peluru artileri yang memiliki jarak
lebih jauh dan harga yang jau lebih tinggi!
Pada awal September 1943, von Braun menjanjikan Komisi Pengeboman JarakJauh
bahwa pengembangan A-4 telak selesai, tetapi kenyataannya sampai pertengahan
1944, daftar komponen A-4 yang lengkap belum siap. Hitler kemungkinan masih
tetap tidak terpesona dengan kemampuan senjata itu tetapi mengagumi dedikasi
tim pengembang V-2, dan Hitler juga memerlukan sebuah "wonder weapon"
(senjata yang menakjubkan) untuk menjata moral bangsa Jerman. Hitler menyetujui
implementasi jumlah besar senjata V-2.
Pada saat peluncuran tipe A-4 meluncurkan diri dengan tenaganya sendiri
sepanjang 65 detik dan sebuah motor program mengontrol sudut hidung pada
derajat yang ditentukan saat mesin dimatikan, yang kemudian roket ini
melanjukan penerbangan dengan trajektor jatuh-bebas (free fall). Roket ini
mencapai ketinggian 80 km sebelum mesin dimatikan.
Pompa bahan bakar dan bahan oksidasi ditenagai oleh turbin uap,yang uapnya
dihasilkan oleh pencampuran Hidroken peroksida dan katalist potasium
permanganate. Tanki alkohol dan tanki oksigen, keduanya terbuat dari aloi
magnesium-aluminium.
Reaksi di ruang pembakaran mencapai 2500−2700 °C. Bahan bakar air-alkohol
dipompa melalui ruang berdinding dua dari ruang pembakaran utama (bagian
bawah). Ini mendinginkan dinding ruang pembakar utama dan memanasi bahan bakar
(regenerative cooling). Bahan bakar kemudian dipompa kedalam ruang bakar utama
melalui 1.224 nossel, yang memastikan ketepatan campuran alkohol dan oksigen
selama pembakaran. Lubang-lubang kecil juga memperbolehkan sebagian alkohol
masuk ke dalam ruang bakar membentuk lapisan tipis (boundary layer) dingin yang
melindungi dinding ruang pembakar, terutama pada leher bagian sempit dari
ruang. Lapisan tipis (boundary layer) alkohol ini menyala jika membuat kontak
dengan atmosfer, yang menghasilkan ekor jet api yang panjang dan lembut
(difuse) (mesin desain akhir setelah V-2 tidak menggunakan effek alkohol tipis
untuk mendinginkan dinding dan memperlihatkan ekor berpola "shock
diamond")
V-2 diarahkan dengan menggunakan empat sirip ekor dan empat kipas terbuat dari
grafit pada bagian akhir motor roket. LEV-3 guidance system (sistem kontrol)
terdiri dari dua giroskop bebas (horisontal dan vertikal) untuk stabilisasi
lateral dan sebuah giroskop akselerometer yang disambung ke elektrolitik
integrator (mesin dimatikan saat lapisan perak tipis habis terelektrolisa pada
sisi dasar yang berkonduksitasi rendah). Beberapa model akhir V-2 memakai "sinar
penuntun" (signal radio yang dipancarkan dari tanah) untuk bernavigasi ke
arah target, tetapi mode-model awal menggunakan komputer analog sederhana yang
mengontrol azimuth roket, jarak terbang dikontrol melalui jumlah waktu sampai
mesin dimatikan, dan "Brennschluss", pengontrolan dari darat dengan
menggunakan sistem doppler atau berbagai akselerometer integrasi di dalam
roket. Roket kemudian berhenti menambah kecepatan set dan mencapai titik
terbang tertinggi (kira-kra berbentuk parabola)
Tipe: single stage ballistic missile (area bombing)
Negara asal: Nazi Jerman
Masa penggunaan: 8 September 1944–19 September 1952
Digunakan oleh: Nazi Jerman, Amerika Serikat (pasca perang) dan Uni Soviet
(pasca perang)i
Produsen: Mittelwerk GmbH (pengembangan oleh Pusat Penelitian AD Peenemünde)
Biaya produksi: 100.000 RM Januari 1944, 50.000 RM Maret 1945
Diproduksi: 16 Maret 1942
Spesifikasi
Berat: 12.500 kg (28,000 lb)
Panjang: 1.400 m (4,600 kaki)(14 m)
Diameter: 165 m (540 kaki)
Hulu ledak: 980 kg (2,200 lb) Amatol
Wingspan: 356 m (1,170 kaki)
Bahan bakar: 3.810 kg (8,400 lb) dari 75% ethanol dan 25% air + 4.910 kg
(10,800 lb) oksigen cair
Daya jelajah: 320 km (200 mil)
Ketinggian terbang: 88 km (55 mil) ketinggian maksium dalam lintasan jarak
jauh, 206 km (128 mil) ketinggian maksimum bila diluncurkan secara vertikal.
Kecepatan maksimum: 1.600 m/s (5,200 ft/s); saat tumbukan 800 m/s (2,600 ft/s)
Sistem penuntun: Giroskop sebagai pengendali ketinggian, akselerometer
giroskopik tipe bandul Müller untuk penghentian mesin di kebanyakan roket yang
diproduksi (10% roket Mittelwerk digunakan sebagai balok penuntun saat
penghentian mesin)
Alat peluncur: Mobile (Meillerwagen)
2.Silbervogel: pesawat pembom antariksa pertama dunia
Ilmuwan Jerman Dr. Eugen Sänger sedang menerangkan tentang
metode skip-flight dari roket yang diciptakannya

Pada bulan Juni 1935 dan Februari 1936, Dr. Eugen Sänger
menerbitkan artikel tentang pesawat bermesin roket yang di publikasikan
oleh Flug, majalah penerbangan dari Austria. Hal ini menyebabkan dirinya
diminta oleh Komando Tinggi Jerman untuk membangun sebuah lembaga
kedirgantaraan yang melakukan penelitian rahasia di Trauen untuk meneliti dan
membangun sebuah pesawat dengan konsep yang sama yang dinamakan dengan
"Silbervogel" (Burung Perak). Pesawat itu berawak, dan mempunyai
sayap yang bisa mencapai orbit bumi! Dr. Sänger telah bekerja dengan konsep ini
selama beberapa tahun, dan bahkan ia telah mulai mengembangkan bahan bakar cair
untuk mesin roket. Dari 1930 sampai 1935, ia telah menyempurnakan (melalui
pengujian statis yang tak terhitung) mesin roket yang berbahan bakar cair yang
dapat didinginkan oleh bahan bakar sendiri, yang beredar di sekitar ruang
pembakaran. Mesin ini menghasilkan kecepatan 3048 meter/detik (10.000 kaki /
detik), dibandingkan dengan V-2 roket dengan kecepatan yang "hanya"
6.560 kaki/detik. Dr. Sänger, bersama dengan para staffnya, terus bekerja di
Trauen untuk mengembangkan "Silbervogel" di bawah program yang
dirahasiakan.
Pesawat yang dijuluki dengan Amerika Bomber (atau Orbital
Bomber, antipodal Bomber atauAtmosfer Skipper) dirancang untuk mempunyai
kecepatan supersonik, penerbangan sampai stratosfer. Pesawat berbadan rata,
yang membantu menciptakan daya angkat dan bersayap pendek dan berbentuk baji.
Ada permukaan ekor horizontal terletak di ujung belakang pesawat, yang memiliki
sirip kecil di setiap ujungnya. bahan bakar disimpan dalam dua tangki besar,
sementara tangki Oksigen terletak satu di sisi pesawat. Ada mesin roket yang
beratnya 100 ton dipasang di bagian belakang pesawat, dan diapit oleh dua mesin
roket tambahan. Pilot duduk di kokpit pesawat yang bertekanan di depan, dan
tiga roda yang terletak dibawah itu cocok untuk mendarat . Sebuah tempat bom
pusat diisi dengan satu bom dengan berat 3629 kg (8000 lb), dan tidak ada
persenjataan defensif yang dipasang. Berat kosong adalah sekitar 9979 kg.
Hal yang menarik adalah bagaimana cara “Silbervogel” untuk terbang. Untuk
terbang, “Silbervogel” Itu harus didorong dengan sebuah track mono trail dengan
panjang 3 km (1.9 mil) dengan sebuah kereta luncur bertenaga roket yang dapat
mendorong benda seberat 600 ton dalam waktu 11 detik! Setelah lepas landas pada
sudut 30 derajat dan mencapai ketinggian 1,5 km, kecepatan 1850 km / jam (1.149
mph) akan tercapai. Pada titik ini, mesin roket utama akan dinyalakan selama 8
menit dan membakar 90 ton bahan bakar untuk menggerakkan
"Silbervogel" untuk mencapai kecepatan maksimum 22.100 km / jam
(13.724 mph) dan ketinggian lebih dari 145 km (90 mil), meskipun beberapa
sumber mengatakan ketinggian maksimum yang dicapai adalah 280 km (174 mil).
Pesawat mempercepat gerakan dan turun ke bawah karena tarikan gravitasi,
kemudian akan memukul udara padat di sekitar 40 km (25 mil). Ini juga memiliki
manfaat tambahan untuk pesawat agar melakukan pendinginan setelah mengalami
pemanasan karena gesekan intens yang ditemui ketika udara padat tercapai.
Pesawat akan melakukan gerakan melompat secara bertahap dan pesawat akan
mendarat dengan sepeda roda tiga konvensional atau main landing gear,
setelah berpegian sejauh 23.500 km (14.594 mil)!
Fasilitas uji akhir untuk uji mesin roket dengan skala penuh sedang dibangun
ketika Rusia diserbu pada bulan Juni 1941. Semua program futuristik tersebut
dibatalkan. Dr. Sänger terus bekerja pada desain ramjet untuk DFS (Balai
Penelitian Luncur Jerman), dan membantu untuk merancang Skoda-Kauba Sk.
Meskipun Luftwaffe melakukan yang terbaik untuk menghentikan Dr. Sänger dari
penerbitan hasil penelitiannya, beberapa salinan hilang dan belum ditemukan dan
membuat negara lain berupaya keras untuk mencuri salinan tersebut. Setelah
perang, ia diminta untuk bekerja (bersama dengan matematikawan Irene Bredt)
untuk Kementerian Udara Perancis. Ia bahkan hampir diculik oleh Stalin, yang
begitu mengagumi hasil karyanya dan mengakui dengan terus terang bahwa ia
memberi nilai 10 untuk Bomber Amerika yang diciptakan oleh Dr. Eugen
Sänger!
3.Fieseler Fi 103 = bom terbang pertama
bayangkan sebuah pesawat dengan berisi bom ..hal ini di ciptakan jerman pafa perang dunia II
F103 Sitaan tentara amerika hasil penyerahan jerman tanpa syarat
Inggris pun mendapat satu hasil rampasan dari jerman
Bom Terbang ini dibuat untuk mendukung serangan bunuh diri
yang dilakukan oleh Skuadron Leonidas pada masa Third Reich. Relawan dilatih di
glider biasa untuk memberi mereka nuansa penerbangan tanpa mesin, kemudian
berlanjut ke pesawat khusus dengan sayap diperpendek yang dapat menyelam dengan
kecepatan hingga 300 kilometer per jam (190 mph). Setelah ini, mereka berkembang
dengan kontrol ganda R-II.
Pelatihan dimulai pada R-I dan R-II dengan hasil cukup memuaskan dimana mereka
mampu mendarat kembali meskipun dengan susah payah. Pesawat ditangani dengan
baik, dan diperkirakan bahwa Skuadron Leonidas akan segera menggunakan mesin.
Albert Speer menulis kepada Hitler pada 28 Juli 1944 dan mengatakan bahwa dia
menentang pemborosan laki-laki dan mesin untuk menghadapi Sekutu di Perancis
dan menyarankan akan lebih baik untuk menggunakan mereka untuk menghancukan
pembangkit listrik Rusia.
Penerbangan Test
Penerbangan nyata pertama dilakukan pada bulan September 1944 di Larz, dimana
Reichenberg dijatuhkan dari Heinkel 111. Namun, kemudian bom terbang itu jatuh
setelah pilot kehilangan kontrol ketika ia membuang kanopi. Penerbangan kedua
pada hari berikutnya juga berakhir dengan kecelakaan, sementara tes penerbangan
berikutnya dilakukan dengan pilot penguji Heinz Kensche dan Hanna Reitsch.
Reitsch sendiri mengalami beberapa crash-landing, meskipun ia berhasil selamat
tanpa cedera! Pada tanggal 5 November 1944 dalam penerbangan uji kedua R-III,
sayap jatuh karena getaran dan Heinz Kensche berhasil membuka parasut untuk
menyelamatkan diri, meskipun dengan beberapa kesulitan karena ruang kokpit yang
sempit.
Pembatalan
Ketika Werner Baumbach diangkat sebagai komandan KG 200 yang misterius pada
bulan Oktober 1944, ia ditugasi untuk membentuk unit yang berkekuatan beberapa
Reichenberg untuk mendukung proyek Mistel. Dia dan Speer akhirnya bertemu
dengan Hitler pada tanggal 15 Maret 1945 dan berhasil meyakinkan bahwa misi
bunuh diri bukan bagian dari tradisi prajurit Jerman, dan kemudian hari itu
pula Baumbach memerintahkan unit Reichenberg harus dibubarkan.
Varian :
• R-1 - glider dasar tanpa mesin satu kursi.
• R-II - memiliki kokpit kedua dipasang di mana hulu ledak biasanya akan
meledak.
• R-III - sebuah single seater, dengan asupan pulse jet dipasang untuk
mensimulasikan penanganannya.
• R-IV - model operasi standar bertenaga.
Spesifikasi :
Karakteristik umum
* Kru: Satu
* Panjang: 8 m (26,24 ft)
* Lebar sayap: 5,72 m (18,76 ft)
* Tinggi: ()
* Berat terisi: 2.250 kg (£ 4960)
* Mesin: 1 × Argus Sebagai jet pulsa 014, 350 kgf (770 lbf)
Kinerja
* Kecepatan maksimum: 800 km / h (500 mph (dalam penerbangan diving))
* Kecepatan jelajah: 650 km / h (400 mph)
* Range: 330 km (205 mil)
4.Horten X = pesawat
siluman pertama dalam sejarah
Para sejarawan masih saling berbeda pendapat akan bagaimana
sebutan paling afdol dari pesawat ini. Ada yang menamainya Horten IX, Horten Ho
IX, Gotha Go 229, Horten Ho-229. Kalau bagi saya pribadi, pemanggilan Horten IX
atau Ho IX lebih condong untuk tipe pengembangannya (glider-glider buatan
Horten sebelumnya dinamai Horten I, II, III... dan seterusnya). Versi produksi
resminya sendiri (yang dibuat oleh pabrik pesawat Gotha) dinamai Go 229, dan
bukannya Ho 229.
Dua bersaudara Walter dan Reimar Horten adalah para pionir dalam pembuatan
pesawat bersayap tanpa ekor, dan telah membangun secara berturut-turut pesawat-pesawat
'layar' tanpa mesin berbentuk indah dengan performa menakjubkan pada tahun 1936
s/d 1940, yang diikuti oleh sebuah contoh dengan dilengkapi dua mesin
pendorong. Pengalaman mereka dalam membuat pesawat bersayap besar yang dapat
terbang adalah sesuatu yang ajaib pada masa itu, dan merupakan satu-satunya di
dunia. Pada tahun 1943 Walter Horten menyatakan ketertarikannya untuk membangun
sebuah pesawat berkecepatan tinggi yang dibuat dari... kayu! Laporan dari
perkembangan DFS 194 (kemudian dinamai Messerschmitt Me 163) yang dikepalai
Profesor Lippisch makin meyakinkan Walter bahwa bahkan pesawat dari kayu dapat
membawa mesin jet atau roket dan kemudian terbang. Pada tahun 1943 dia
mengajukan gagasannya kepada Panglima Luftwaffe Reichsmarschall Hermann Göring,
dan tanpa banyak cingcong proyek tersebut disetujui.
Prototipe pertama Horten IX V1 dibangun dengan berdasar pada rancangan layaknya
glider. Pengerjaannya hanya makan waktu enam bulan, dan mendapat giliran uji
terbang untuk pertama kalinya pada bulan Februari 1944 di Göppingen.
Bersamaan dengan uji terbang dari V1, sebuah prototipe kedua langsung
dikembangkan pula. V2 ditenagai oleh dua buah turbojet. Rancangannya merupakan
campuran dari berbagai tipe pesawat terdahulu, dan telah mendapat perbaikan
disana-sini. Mesin yang digunakan adalah BMW 003 dan bukannya Jumo 004 seperti
yang direncanakan semula. Roda depannya yang berukuran besar merupakan contekan
dari roda ekor pesawat Heinkel He 177, sedangkan peralatan pendarat utamanya
"dipinjam" dari Messerschmitt Bf 109 G.
Penerbangan pertama dilakukan di Oranienburg tanggal 2 Februari 1945. Pilot
pengujinya adalah Erwin Ziller. Pesawat tersebut memperlihatkan hasil yang
bagus, terutama dalam hal kualitas setirnya dengan hanya secuil instabilitas di
bagian samping (yang sekarang merupakan kekurangan utama bagi pesawat-pesawat
tak berekor modern). Penerbangan kedua sama suksesnya, meskipun roda pesawatnya
rusak akibat parasut rem yang terkembang saat mendarat. Dua minggu kemudian,
dalam penerbangan ketiga terjadilah bencana yang tidak diduga-duga. Ziller
seperti biasanya tinggal landas dengan pesawatnya untuk melakukan uji coba
lanjutan. Ketika ketinggian mencapai 800 m, salah satu mesinnya tiba-tiba
ko'it. Sang pilot yang berpengalaman tidak langsung menjerit-jerit layaknya
nenek-nenek mandi ketahuan diintip. Dia segera mendorong pesawatnya untuk
meluncur ke bawah di ketinggian rendah untuk menolong menghidupkan kembali
mesin yang ngadat. Secara mendadak di ketinggian 400 meter roda
pesawatnya ngelepot (WTF?) kembali ke dalam. Akibatnya pesawat
kehilangan kecepatannya dan tak bisa dikontrol. Erwin Ziller terbunuh ketika
pesawat prototipenya menukik menabrak tanah dan hancur lebur.
Meskipun terjadi kemunduran akibat peristiwa kecelakaan ini, proyek tersebut
tetap berlanjut dengan segala energi yang tersisa. Komponen prototipe yang
masih ada segera dipindahkan ke Gothaer Wagonfabrik (Gotha) yang berada di
Friedrichsrode. Pada bulan Maret 1945 proyek difokuskan kepada prototipe
ketiga, yang diberi nama Go 229 V3. V3 berukuran lebih besar dibandingkan
dengan kedua pendahulunya, dan bentuknya telah lebih disempurnakan lagi di
beberapa tempat, yang dimaksudkan untuk menjadi contoh bagi seri pra-produksi
pesawat tempur Go 229 A-0 yang telah dipesan oleh Luftwaffe sebanyak 20 buah.
V3 ditenagai oleh mesin Jumo 004C, dan dapat membawa dua buah kanon MK108 30mm
di pangkal sayapnya.
Tapi semuanya telah terlambat bagi Luftwaffe. Pasukan Amerika menduduki pabrik
Gotha pada tanggal 14 April 1945 dan menemukan rezeki nomplok: sebuah prototipe
V3 yang 90% selesai dikerjakan dan belum lagi diterbangkan. Empat lagi pesawat
lainnya yaitu Go 229 V4, V5, V6 dan V7 hadir juga, dengan beberapa tahap
penyelesaian. V4 dan V5 adalah prototipe dengan dua tempat duduk dan direncanakan
sebagai versi pesawat tempur malam.
Tentu saja orang-orang Amerika tidak menyia-nyiakan penemuan ini, dan segera
menggondol V3 balik ke negaranya. Para ilmuwan disana hanya bisa
terbengong-bengong menyaksikan sudah begitu jauhnya kemajuan yang telah dicapai
oleh seterunya dari Jerman. Dahsyatnya lagi, V3 masih dapat disaksikan sampai
saat ini, tepatnya di NASM's Paul E. Garber Restoration, Preservation &
Storage Facility yang berlokasi di Silver Hill, Maryland.
Terakhir hoprten x inilah menjadi cikal bakal prototipe pesawat tempur siluman dunia baik amerika ,
rusia.terutama rancang bangun aerodinamika nya yang sangat luar biasa.
Spesifikasi Horten Ho 229A (V3) :
* Kru: 1 orang
* Panjang: 7,47 m (24 ft 6 in)
* Rentang Sayap: 16,76 m (55 ft)
* Tinggi: 2,81 m (9 ft 2 in)
* Bagian sayap: 50,20 m² (540.35 ft²)
* Berat kosong: 4.600 kg (10.141 lb)
* Berat terisi: 6.912 kg (15.238 lb)
* Berat maksimum tinggal landas: 8.100 kg (17.857 lb)
* Mesin: 2 buah Junkers Jumo 004B turbojet, 8,7 kN (1.956 lbf) masing-masingnya
Kemampuan :
* Kecepatan maksimum: Mach 0,92 = 977 km/jam (607 mph) di 12.000 m (39.370 ft)
* Radius tempur: 1.000 km (620 mil)
* Jarak angkut: 1.900 km (1.180 mil)
* Batas tertinggi terbang: 16.000 m (52.000 ft)
* Kecepatan tanjak: 22 m/detik (4.330 ft/menit)
* Berat sayap: 137,7 kg/m² (28.2 lb/ft²)
* Berat dorongan: 0,26
Persenjataan :
* Senjata: kanon 2 x 30 mm MK 108
* Roket: Roket R4M
* Bom: bom berbobot 2 x 500 kg (1.100 lb)
sitaan sekutu dari jerman
ilustrasi penuh horten x
hasil sitaan di bawa ke amerika untuk di teliti
potongan horten x
Satu-satunya pesawat Horten Ho 229 V3 yang masih ada dan
tersimpan di Smithsonian Institution's Garber Restoration Facility dalam keadaan tidak terawat.
5.Panzerkampfwagen VIII
,Tank terbesar jerman pertama dalam sejarah
Panzerkampfwagen VIII Maus (Sd.Kfz 205) adalah prototipe
tank berat yang belum selesai dibangun selama Perang Dunia II. Desain dasar
dikenal sebagai VK70001/Porsche Tipe 2005 telah diusulkan oleh Ferdinand
Porsche untuk Adolf Hitler pada bulan Juni 1942, yang kemudian disetujuinya.
Desain telah selesai dibuat oleh Porsche dari bulan Maret sebelumnya sebagai
pemenang kontrak kerja pembuatan tank berat tersebut. Pengerjaan lanjutan
desain dilakukan dengan sungguh-sungguh dan prototipe pertama telah siap pada
tahun 1943, dan pada awalnya menerima nama Mammut (Mammoth). kemudia berubah ke
Mäuschen (Mousie) pada bulan Desember 1942 dan akhirnya Maus (Mouse) pada
Februari 1943.
Pembangunan tank super berat dimulai pada awal 1941, ketika Krupp memulai studi
superheavy tank milik Uni Soviet. Pada awal 1942, Krupp menghasilkan desain
Tiger-Maus (VK7001) dan VII PzKpfw Löwe (VK7201), tapi pada tanggal 5/6 Maret
1942 pengerjaannya terhenti karena pembuatan tank baru yang lebih berat dan
besar ukurannya. Löwe hanya mencapai tahap prototipe tapi membuka jalan bagi
pembangunan pengganti mereka. 21/22nd Maret 1942, Porsche mendapatkan kontrak
baru 100-ton Panzer - VK10001 / Porsche Tipe 205. April 14/15 telah ditetapkan
bahwa baru tank baru berbobot 100-ton harus mampu membawa minimal 100 butir
amunisi tank! VK10001 dikembangkan oleh Profesor Ferdinand Porsche dan
Dr.Müller dari Krupp pada bulan Mei 1942 atas permintaan pribadi langsung dari
Adolf Hitler. Dia menuntut diciptakannya sebuah super-tank 120-ton yang
"tak terhancurkan" dengan senjata berat berkinerja tinggi "pistol"
L/60 atau L/72.
Tugas memproduksi bungkus, kubah dan persenjataan diberikan kepada Krupp,
sementara Alkett bertanggung jawab atas perakitan. Pertamanya Hitler menuntut
spesifikasi persenjataan harus terdiri dari laras meriam 150mm L/40 dan 20mm
MG151/20 senapan mesin berat, sementara penggunaan 128mm L/50 berada di bawah
pertimbangan. Dinyatakan bahwa prototipe harus operasional sebelum musim semi
1943. Tanggal 23 Juni 1942, Porsche menyediakan desain mereka yaitu laras 150mm
L/37 dan 105mm L/70 yang dipasang di kubah VK10001 untuk meningkatkan kemampuan
senjatanya. Porsche berjanji bahwa prototipe pertama akan siap pada bulan Mei
1943. Pada bulan Desember 1942, senjata baru seperti senapan 150mm, 127mm naval
gun, 128mm Flak dan versi terpanjang dianggap 128mm. Juga di bulan yang sama,
ditekankan kembali bahwa kendaraan pertama harus siap di musim panas 1943,
diikuti oleh produksi 5 biji per bulan. VK10001 nama resmi pertama dan Porsche
Tipe 205 ( "Mammoth") yang digunakan pada bulan April 1942, diikuti
oleh Mäuschen (tikus) pada bulan Desember 1942 dan Maus (Tikus) di bulan
Februari 1943. Pada bulan Januari 1943, Hitler memutuskan bahwa Mäuschen harus
dilengkapi dengan menara-mount dengan senjata 128mm dan 75mm, sementara
menara-mount dengan 150mm KWK 44 L/38 atau 170mm KWK 44 senjata itu akan
didesain untuk penggunaan di masa depan. Spesifikasi untuk ruang penyimpanan
amunisi tidak pernah bertemu dan menurun oleh modifikasi lebih lanjut.
Dari desain muncul rakasa seberat 188 ton. Pada tanggal 1 Mei 1943, kayu mockup
dari Maus telah disampaikan kepada Adolf Hitler, yang setuju produksi dan
memerintahkan seri 150 untuk diproduksi. Pada 4 November 1943, pengembangan
Maus harus berhenti dan hanya satu yang harus diselesaikan untuk evaluasi. Pada
bulan Oktober 1943, pesanan sebenarnya yang dibuat Hitler untuk 150 pesanan
dibatalkan
Tanggal 24 Desember 1943, prototipe pertama yang tanpa turet telah selesai
dikerjakan oleh Alkett dan dimasukkan ke tes ekstensif. Selama tes, Maus hampir
tidak dapat bergerak karena berat badan yang sangat besar dan daya / weight
ratio. Prototipe pertama V1 (Maus I) ditenagai oleh mesin Daimler-Benz MB 509
(dikembangkan dari mesin pesawat DB 603), yang direncanakan tidak dapat
memberikan kecepatan 20km / h tapi hanya 13km / jam dalam kondisi ideal.
masalah juga muncul dengan sistem suspensi yang harus dimodifikasi dalam rangka
mengambil berat kendaraan. Masalah lain yang muncul dari beratnya, adalah bahwa
tak ada jembatan bisa dilewati dengan berat seperti itu. Untuk mengatasi
masalah ini Maus harus diberikan "snorkel", pengaturan yang
memungkinkan untuk menyelam ke kedalaman maksimal 8 meter. Pada bulan Desember
1943, V1 ini dilengkapi dengan (Belastungsgewicht) simulasi menara (mewakili
berat menara) dan sedang diuji. Cat kamuflase diaplikasikan pada Maus dan
ditandai dengan bintang merah dan palu arit untuk menyamar sebagai kendaraan
Rusia yang tertangkap!
Pada bulan Maret tahun 1944, kedua prototipe V2 (Maus II) yang berbeda dalam
banyak rincian dari V1 diproduksi. V2 tidak memiliki Mesin, yang dipasang pada
pertengahan 1944. Pada 9 April 1944, Krupp menghasilkan menara, yang pada bulan
Juni 1944, disampaikan dan kemudian dipasang di V2 dan diuji. Krupp memproduksi
sebuah menara 128mm dipasang dengan KWK 44 L/55 gun dengan coaxial 75mm KWK 44
L/36.5 pistol dan 7.92mm MG34, menyediakan Maus dengan senjata api yang sangat
besar. Senjata utama Maus bisa menembus depan, samping dan belakang pelindung
besi (pada 30 derajat dari vertikal) dari Sherman, Cromwell, Churchill, T-34/85
dan JS-2 tank di kisaran 3500 + meter! Menara/kubah termasuk tempat untuk
Rangefinder (oleh Zeiss), tapi tidak sepenuhnya selesai dan beberapa komponen
yang hilang dikirim kemudian. Maus rencananya pula akan dilengkapi dengan
menara kedua Krupp tetapi itu tidak pernah direalisasikan dan tetap dilengkapi
dengan menara simulasi. Pada tanggal 25 Juli 1944, Krupp melaporkan bahwa dua
kulit pelindung akan tersedia segera dan dua lagi di kemudian hari. Tanggal 27
Juli 1944, Krupp diperintahkan untuk sisa empat pelindung. Pada tanggal 19
Agustus 1944, Krupp menginformasikan Porsche bahwa mereka menghentikan
pengerjaan lebih lanjut dari Maus. Pada bulan September tahun 1944, kedua
prototipe memulai tes. Prototipe Itu diinstal dengan mesin diesel Daimler-Benz
517 MB yang membuat perbedaan kecil dibandingkan dengan mesin yang digunakan
sebelumnya. sistem listrik kemudi canggih digunakan untuk mengemudikan
kendaraan. running gear nya dirancang oleh Skoda, terdiri dari dua truk beroda
dua belas yang didukung oleh rol dengan lebar track 1100mm. Kru tank harus
dilengkapi dengan oksigen yang cukup dan disediakan oleh built-on Fans /
ventilator ketika semua pintu tertutup.
Dalam mengangkut Maus, dibuat kendaraan transportasi khusus yang berjalan di
rel kereta berporos 14 (Verladewagon) yang diproduksi oleh
Graz-Simmering-Pauker di Wina. Dari pertengahan Januari sampai awal Oktober
tahun 1944, ujicoba berlangsung di lapangan Kummersdorf (dekat Berlin) dan
kemudian pada lapangan uji coba Porsche di Böblingen. Tes yang memakan waktu,
tertunda oleh kegagalan mesin produksi dan penundaan yang disebabkan oleh
serangan bom Sekutu di pabrik-pabrik Jerman. Selama tes, diketahui bahwa bila
si raksasa ini tidak berfungsi maka setiap Maus harus ditarik oleh dua tank
Maus lain! Juga dilaporkan bahwa Jerman bekerja di Maus auf Flakzwilling 8.8cm,
yang akan membuat kubah Maus yang dimodifikasi dengan tambahan dua menara 88mm
Flak 43 dan digunakan sebagai Flakpanzer berat. Beberapa sumber menyatakan
bahwa menurut Porsche, Hitler akan menggunakan Maus-Mausnya untuk menyumbat
lubang di pertahanan pantai Atlantik Front Barat, di mana disana mobilitas
memang terbatas dan tidak akan terlalu banyak hambatan. Versi populer
menyatakan bahwa prototipe V2 diledakkan oleh personil pasukan Jerman di
Kummersdorf sebelum diterjunkan dalam pertempuran, sementara beberapa sumber
menyatakan bahwa sebenarnya V2 menjalani pertempuran juga ketika bertugas
mempertahankan fasilitasnya di Kummersdorf. Ketika perang berakhir, hampir
semua kubah V1 dan lambung ketiga ditemukan di fasilitas Krupp di Essen. Secara
keseluruhan, Maus desain yang menarik tapi mempunyai nilai tempur terbatas
karena mobilitas miskin dan berat yang membuatnya tidak lebih dari benteng
bergerak daripada super tank. Salah satu contoh lengkap (V2 menara V1 dipasang
pada lambung), diujicobakan di Kubinka di 1951/52 dan dapat dilihat hari ini di
Museum Pasukan Lapis Baja di Kubinka (dekat Moskow) di Rusia.
Data Panzerkampfwagen VIII Maus :
Panjang: 10.09 m
Lebar: 3.67 m
Tinggi: 3.63 m
Berat: 188 ton
Kecepatan: 13 km/jam di jalanan biasa
Jarak tempuh: 160 km on road, 62 km off road.
Persenjataan utama: 128 mm KwK44 L/5
Senjata tambahan: co-axial 75mm KwK 44 L/36.5
7.92mm MG34
Baja (V2) Pelapis bagian bawah depan (Plat Glacis setebal 200 mm (8 in), yang
dapat berputar secara vertikal sebesar 35 derajat.
Pelindung samping: 180mm (7 in)
Pelindung belakang: 160mm (6.3 in)
Turet depan: 240mm (9.5 in)
Turet samping: 200mm (8 in)
Turet atap: 60mm (2.3 in)
Tekanan tanah 140 kPa (20 psi)
Produksi: 1 buah selesai dikerjakan (V2)
1 selesai tapi dengan turet mainan (V1)
Total 9 buah dikerjakan dengan level kelengkapan yang bervariasi (di Essen dan
Kummersdorf)
Tenaga penggerak: 1080 hp MB509 gasoline (V1)
1200 hp MB517 Diesel (V2)
Awak: 6 orang
lihat ukuran nya
6.Messerschmitt Me 262 'Schwalbe', Pesawat Jet Yang Terlambat
Diproduksi!
Messerschmitt Me 262 tampak samping. Pesawat yang ini
dikhususkan untuk bertempur di malam hari (night fighter). Perhatikan saja
antena radar di hidung, dan juga tambahan kursi kedua di belakang pilot untuk
operator radar
Messerschmitt Me 262 yang telah dirampas Sekutu tengah
dipelajari interior dan bentuknya. Di kemudian hari, pesawat jet ini menjadi
inspirasi dan cikal bakal dari SEMUA pesawat jet yang ada di dunia!
Pesawat ini adalah pesawat pertama bermesin jet,sayang
pembuatan nya hanya beberapa bulan menjelang jerman menyerah kalah.dengan
kecepatan maximal lhampir 1 mach yang menjadikan nya psawat tercepat dikelas
nya pada tahun1945.
Andaikata Hitler tidak bersikeras jet tempur Me 262 harus
diubah menjadi pesawat pembom tempur, mungkin jalannya perang akan lain. Tapi
suratan tangan sejarah bagi Me 262 ditakdirkan hanya hidup singkat
mempertahankan Nazi Jerman pada hari-hari terakhir sebelum bertekuk lutut
kepada Sekutu.
Messerschmitt Me 262 adalah mesin perang tercanggih pada
eranya. Ia padat teknologi baru yang belum teruji tapi terdesak oleh perang,
Jerman tidak punya pilihan kecuali langsung menerjunkan dalam kancah Perang
Dunia Kedua. Teknologi baru tersebut itulah yang menjadi kendala mesin perang
canggih ini, sehingga pesawat berbaling-baling mesin piston dengan mudah
mengungguli pesawat jet yang semula ditakuti Sekutu.
Dalam waktu singkat Sekutu mengetahui bahwa "tumit
Achilles" jet tempur Messerschmitt Me 262A adalah pada saat pesawat jet
ini masih terbang dalam kecepatan rendah selepas take-off atau saat akan
mendarat. Mengetahui kelemahan ini, Sekutu secara rutin mengirim patroli
sekitar pangkalan-pangkalan udara dimana Me 262 ditempatkan untuk menyerangnya
begitu jet tempur andalan Nazi ini airborne. Sebab, bila sudah mencapai
kecepatan tinggi, pesawat tempur ini bukan tandingan pesawat Sekutu.
Kelemahan lainnya. Setiap operasi 10 jam, mesin Jumo 004-nya
harus diganti. Dalam perkembangan selanjutnya, pabrik Junker berhasil
meningkatkan umur mesin menjadi setiap 25 jam operasi. Titik-titik lemah itulah
dijadikan kunci untuk menghajar jet tempur pertama dunia. Sekutu mengandalkan
pesawat tempur baling-baling bermesin piston North American P-51D Mustang
sebagai lawan tangguhnya. Di tangan penerbang Mustang, harapan Hitler meraih
keunggulan di udara menjadi sirna. Sekalipun salah satu jenderalnya,
Generalmajor Adolf Galland memimpin sendiri balasan terhadap serangan Sekutu
setelah ace Jerman, Major Walter Nowotny yang memimpin satuan Me 262 Kommando
Nowotny tewas dalam duel dogfight rendah dengan Mustang, jet tempurnya berhasil
dirontokkan 8 November 1944.
Dalam buku terbitan Cassell Military Classics (1998)
"Sky Battles,"Alfred Price menulis bahwa saat Me 262 Walter Nowotny
ditembak jatuh, Generalmajor Adolf Galland secara kebetulan berada di Achmer
pada hari itu dalam kunjungan inspeksi untuk mencari keterangan kenapa satuan
Me 262 Kommando Nowotny dengan pesawat yang lebih unggul dari Sekutu, belum
berhasil meraih harapan.
Menyaksikan ace Jerman (dengan pesawat lebih unggul) kalah
dalam dogfight dengan Mustang, sudah cukup bagi Adolf Galland guna menarik
kesimpulan bahwa Walter Nowotny diberi tugas diluar kemampuannya. Nowotny
dibebani tugas impossible dia harus memperkenalkan pesawat tempur total baru
untuk segera menjadi operasional tempur, sementara mayoritas dari para pilotnya
tidak memperoleh latihan konversi yang layak.
Latihan yang diperoleh para penerbang sangat minim. Amat jarang
satuan Kommando Nowotny dapat melakukan latihan terbang setengah lusin sorti
per hari. Sebagai dampaknya, Sekutu yang memiliki keunggulan dalam jumlah
pesawat di atas Jerman, mendikte kapan jet tempur Messerschmitt 262 harus
berlaga di medan tempur.
Galland menginstruksikan satuan Me 262 untuk kembali ke
Lechfeld untuk memperoleh tambahan latihan sekaligus dilaksanakan modifikasi
kelemahan jet tempurnya. Dia menyadari suatu kesalahan besar untuk melibatkan
Me 262 dalam kombat dalam jumlah kecil. Agar memperoleh kehebatan, jet tempur
ini harus dihimpun jumlah yang lebih besar daripada Satuan Kommando Nowotny.
Inilah awal terbentuknya satuan tempur Geschwader Me 262 atau lebih dikenal
sebagai JG 7 namun butuh waktu cukup lama sebelum JG 7 operasional penuh
melawan pesawat-pesawat Sekutu.
Lalu bagaimana dengan versi pembom tempurnya? Pada tahun
1944, versi yang diinginkan Adolf Hitler ini memperkuat dua satuan, Gruppen I
dan II dari Kampfgeschwader 51. Secara individu pembom tempur Me 262
melaksanakan serangan terhadap lapangan udara dan posisi pasukan Sekutu di
Perancis, Belanda dan Belgia. Tapi karena serangannya hanya melibatkan sejumlah
kecil Me 262 dan jumlah tonase bom yang digotongnya terbatas, serangan pembom
jet tempur Nazi tersebut kurang berarti.
Hitler meledak marah
Bersamaan dengan persiapan Adolf Galland tersebut, pada awal
1945, Me 262 baru mulai keluar dari pabrik dengan jumlah mencengangkan 36
pesawat per minggu dan sebegitu jauh sudah 600 pesawat diserahkan kepada
Luftwaffe. Namun dalam buku catatan markas besar angkatan udara 10 Januari 1945
hanya sekitar 60 Me 262 (atau 10 persen dari yang diserahkan pabrik) tercatat
dalam satuan operasional, tapi tidak satu pun dalam day fighter unit, 52
pesawat dioperasikan Kampfgeschwader 51 dalam peran sebagai pembom tempur.
Empat pesawat beroperasi sebagai night fighter dan lima digunakan sebagai
pesawat reconnaissance jarak pendek empat bulan setelah Hitler bersikeras peran
Me 262 diubah sebagai pembom tempur.
Hitler meledak marah 23 Mei 1944, dalam rapat di markasnya
di Berchtesgaden yang dihadiri oleh Reichmarschall Goring, Generalfeldmarschall
Erhard Milch dan petinggi Luftwaffe lainnya membicarakan khusus perkembangan
Messerschmitt Me 262. Sang Fuhrer menanyakan, "Saya kira 262 kini sudah
dibuat sebagai pesawat high-speed bomber. Sudah beberapa jumlah pesawat 262
yang dibuat untuk dapat menggotong bom?"
Milch menjawab bahwa saat itu belum satu pun dimodifikasi
sebagai pembom tempur pesawat secara eksklusif diproduksi sebagai pesawat
tempur. Ruang pertemuan mendadak menjadi hening. Milch menggali
"kuburannya sendiri" kala meneruskan keterangannya bahwa Me 262 tidak
dapat menggotong bom kecuali diadakan modifikasi besar-besaran terhadap rancang
bangunnya.
Mendengar keterangan itu. Hitler kehilangan kesabarannya dan
memotong Generalfeldmarschall-nya : "Sudahlah! Saya hanya minta pesawat
itu bisa menggotong satu bom 250 kilo (550 pon)!" ujarnya keras naik
pitam. Namun tensinya menurun kala diberi jaminan bahwa segera akan dilakukan
modifikasi agar Me 262 sanggup menggotong dua bom.
Bisa mengerti mengapa Sang Fuhrer sampai naik pitam. Serbuan
pasukan Sekutu ke daratan Eropa bisa terjadi setiap saat. Sementara senjata
yang diharapkan Hitler seolah-olah dicuri dari genggaman tangannya. Ancaman
besar yang dihadapi Fuhrer sekitar musim semi 1944 adalah serbuan Sekutu ke
daratan Eropa. Hitler berpendapat tidak ada sarana yang lebih cepat untuk
menahan serbuan pasukan Sekutu kecuali pesawat jet, khususnya pembom tempur
jet.
Dalam skenario Fuhrer, bila pasukan Sekutu dihajar terus
menerus dengan serangan bom dan straffing udara, mereka akan tercerai berai
dalam kelompok kecil kala divisi Panzer Jerman tiba di lokasi pertempuran. Jika
rencana ini menjadi kenyataan, serbuan pasukan Sekutu bisa dipatahkan.
Mendapat masukan jumlah pesawat Sekutu yang bakal mengawal
serbuan tersebut, Hitler tambah yakin bahwa hanya pesawat jet Me 262 yang
secara cepat dapat tiba di lokasi pendaratan dan menyerang pasukan Sekutu
dengan mematikan. Dalam tukar pikiran, Fuhrer mendapat masukan pula bahwa bila
perlu Me 262 dapat menggotong dua bom 550 pon. Sejak itulah, Hitler yakin benar
dengan diubah peran menjadi pembom tempur, Me 262 merupakan senjata ampuh dalam
rencana operasi anti-serbuan Sekutu. Namun yang tidak dapat divisualisasikan
Fuhrer kala itu adalah apakah Messerschmitt Me 262 tersebut benar-benar sehebat
seperti yang dibayangkannya. Sebab bila itu terjadi, belum tentu 262 bisa
melaksanakan perannya sebagai pembom tempur karena dia akan disibukkan oleh
pesawat tempur pengawal pasukan tempur Sekutu. Kemungkinan besar sebelum sempat
menjatuhkan dua bom yang digotongnya itu, Me 262 sendiri sudah dirontokkan
terlebih dahulu oleh pesawat Sekutu.
Generalfeldmarschall Erhard Milch dari Luftwaffe yang
dipercayakan untuk produksi Me 262 juga sependapat untuk membuat versi pembom
tempur. Namun berbeda dengan Sang Fuhrer-nya, Milch lebih mementingkan produksi
262 secepatnya keluar dari pabrik beroperasi dalam satuan-satuan tempur guna
menghadapi serangan udara bertubi-tubi Sekutu yang dari hari ke hari semakin
gencar. Versi pembom tempurnya diberi prioritas kedua.
Milch ketemu batunya pada hari itu. Hitler langsung
memecatnya dan menunjuk Goring secara pribadi bertanggungjawab langsung
terhadap produksi Me 262 versi pembom tempur secepat mungkin keluar dari pabrik
Messerschmitt. Tanpa disadari Fuhrer, meski modifikasi bisa dilakukan segera,
namun kelemahan-kelemahan pada mesin Jumo 004, sebenarnya tidak memungkinkan
dalam versi apapun 262 menghadapi pesawat-pesawat (Mustang) Sekutu meski
bermesin piston tapi unggul dalam segi-segi tertentu daripada jet tempur
Jerman.
Tidak ada kelanjutan dari rapat tersebut setelah dua minggu
lewat ketika pada 6 Juni pasukan Sekutu mendarat di Normandy dan berhasil
menguasai pantai Perancis tersebut. Kesempatan bagi pembom tempur jet Me 262
memberi pukulan dashyat terhadap serbuan pasukan Sekutu lewat begitu saja.
Menjelang akhir bulan Juni satuan unit pertama Me 262 versi
pembom tempur mulai terbentuk dalam Staffel Ke-3 dari Kampfgeschwader 51. Satuan
pembom tempur Me 262 pada 20 Juli secara resmi operasional dan dipindahkan ke
Chateaudun dekat Paris, diperkuat dengan sembilan pesawat yang masing-masing
membawa dua bom 550 pon. Dalam upaya mengurangi tingkat kerugian, serta untuk
mengurangi seminimal mungkin pesawat baru tersebut jatuh ke tangan musuh, para
pilotnya diinstruksikan tidak menurunkan ketinggian terbang 4.000 meter (13.000
kaki) di atas daerah musuh. Bom dilepas sewaktu pesawat menukik tajam pada
ketinggian tersebut, namun bila serangan pemboman kurang tepat berarti hasilnya
akan nihil terhadap sasaran kecil seperti jembatan atau kendaraan.
Messerschmitt
Me 163 "Komet", Pesawat Bermesin Roket Milik Jerman!
Coba bayangkan sebuah pesawat pencegat yang mampu menembus
ketinggian 30.000 kaki (lebih dari 9.000 m) hanya dalam tempo tiga menit saja!
Pastilah semua setuju, ini merupakan pesawat tercepat. Sebuah kemampuan yang
luar biasa, setidaknya untuk ukuran jaman PD II.
Bukan hanya sekadar khayalan, nyatanya Luftwaffe pernah mengoperasikan penempur
seperti yang disebutkan di atas tadi. Messerschmitt Me 163 Komet, itulah
pesawat tempur kilat itu. Fungsi utama yang dilakoni adalah sebagai elemen
pendobrak bomber Sekutu yang terbang tinggi. Oleh karenanya para ahli perang
udara Nazi berkesimpulan: selain daya hantam senjata, kecepatan juga jadi
faktor penentu.
Bila dibedah, kunci keajaiban Komet terletak pada sumber tenaga yang dipakai.
Bukannya memakai mesin jet apalagi baling-baling, Komet melesat memburu lawan
dengan modal sebuah motor roket Walter HWK 509A-1/2. Tenaga yang dihasilkan
mampu melontarkan tubuh pesawat hingga kecepatan maksimal 960 km/jam. Ada satu
terobosan pada mesin roket yang diusungnya. Saat aktif, sumber tenaga ini tak
meninggalkan jejak asap putih. Alhasil ditanggung lawan tak bakal sadar ada
pesawat yang mendekat.
Prototipe
Messerschmitt Me 163 A V4 (Kennung KE+SW) di tahun 1941
Foto
prototipe Messerschmitt Me 163B V-2 dilihat dari atas. Terlihat bahwa bentangan
sayapnya jauh lebih panjang dibandingkan dengan panjang pesawat dari depan ke
belakang!
Prototipe
Messerschmitt Me 163 A V4 (Kennung KE+SW) di tahun 1941